Penolong yang Selalu Hadir

Mazmur 46:1-3
1 …………..Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.
2 Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut;
3 sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya.

Saat bencana alam atau krisis pribadi terjadi, bahkan orang percaya yang setia pun bisa berseru dalam doa, “Di mana Engkau, Tuhan? Mengapa Engkau tidak menghentikan semua ini?” Umat Allah telah lama mengajukan pertanyaan seperti itu. Daud pun bertanya dalam mazmurnya, “Berapa lama lagi, TUHAN? Lupa-kah Engkau kepadaku untuk seterusnya?” (Mazmur 13:1a). Murid-murid Yesus, yang ketakutan di tengah badai di Danau Galilea, membangunkan Yesus sambil berseru panik, “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?” (Markus 4:38b). Marta pun berkata dengan sedih kepada Yesus, “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.” (Yohanes 11:21b). Bahkan Yesus sendiri berseru dari salib, “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Matius 27:46b).

Mazmur ini menggambarkan serangkaian bencana: bumi berguncang, gunung-gunung terlempar ke laut, laut mengamuk dan berbuih hingga gunung-gunung bergoyang karena gemuruhnya. Dunia seakan runtuh di sekitar pemazmur. Bencana ini tampak lebih besar dari sekadar kesulitan pribadi—atau mungkin tidak? Ketika kita mengalami duka yang berkepanjangan, diagnosis yang menakutkan, kehilangan pekerjaan, konflik keluarga, dan lain sebagainya, rasanya dunia kita benar-benar runtuh. Kita mungkin tetap beriman, tetapi pertanyaan itu masih muncul: Apakah Tuhan peduli? Di mana Dia di tengah semua ini?


Pemazmur tahu jawabannya: “Allah adalah tempat perlindungan dan kekuatan kita, penolong yang sangat terbukti dalam kesesakan.”

Ketika dunia runtuh atau saat hidup pribadi kita hancur, Tuhan adalah Penolong yang selalu hadir. Dalam situasi-situasi itu, Dia ada—seperti biasa—dan akan tetap ada. Dia dekat dengan kita, setia, nyata, dan sungguh hadir. Dialah perlindungan dan kekuatan kita, satu-satunya sumber damai ketika pijakan hidup terasa goyah. Dia hadir bagi pemazmur yang bertanya-tanya kapan penderitaannya akan berakhir. Anak Allah hadir dalam perahu bersama murid-murid-Nya yang ketakutan. Tuhan hadir untuk Maria dan Marta saat Ia membangkitkan Lazarus dari kubur.
Allah Bapa pun hadir—meskipun tampaknya tidak—saat Ia menyerahkan Anak-Nya kepada penderitaan salib demi keselamatan kita. Dan Allah juga hadir dalam kuasa pada pagi Paskah pertama, membangkitkan Anak-Nya dalam kemenangan atas maut. Tuhan hadir dalam Firman-Nya. Yesus hadir dalam tubuh dan darah-Nya dalam Perjamuan Kudus. Di mana pun kita berada, apa pun yang kita alami, bahkan saat dunia di sekitar kita runtuh, Allah adalah Penolong yang selalu hadir. Dia mengasihi kita. Di manakah lagi Dia akan berada, jika bukan di sisi kita?

DOA KITA:
Tuhan, apa pun yang terjadi, aku tahu Engkau akan tetap hadir bersamaku. Amin.

(Ditulis oleh Dr. Carol Geisler)

Pertanyaan Refleksi:
1. Apakah saudara pernah mengalami masa bencana atau krisis, di mana saudara benar-benar merasakan pertolongan Tuhan?
2. Selain contoh-contoh di atas, kisah Alkitab apa lagi yang saudara ingat, di mana seseorang berseru kepada Tuhan untuk minta pertolongan?
3. Kapan terakhir kali saudara merasakan penghiburan dan kekuatan melalui Perjamuan Kudus?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Scroll to Top