
Catatan untuk pembaca: Ini adalah bacaan alternatif dari Three Year Lectionary, dan mungkin tidak sama dengan bacaan yang digunakan di gereja Anda pada hari Minggu ini.
Kisah Para Rasul 15:1, 2b-4a, 5-12
1 Beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ: “Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan.”
2 …………..supaya Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal itu.
3 Mereka diantarkan oleh jemaat sampai ke luar kota, lalu mereka berjalan melalui Fenisia dan Samaria, dan di tempat-tempat itu mereka menceriterakan tentang pertobatan orang-orang yang tidak mengenal Allah. Hal itu sangat menggembirakan hati saudara-saudara di situ.
4 Setibanya di Yerusalem mereka disambut oleh jemaat dan oleh rasul-rasul dan penatua-penatua,…………..
5 Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi percaya, datang dan berkata: “Orang-orang bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa.”
6 Maka bersidanglah rasul-rasul dan penatua-penatua untuk membicarakan soal itu.
7 Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung pertukaran pikiran mengenai soal itu, berdirilah Petrus dan berkata kepada mereka: “Hai saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya.
8 Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita,
9 dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman.
10 Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri?
11 Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga.”
12 Maka diamlah seluruh umat itu, lalu mereka mendengarkan Paulus dan Barnabas menceriterakan segala tanda dan mujizat yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka di tengah-tengah bangsa-bangsa lain.
Saya menyukai gambaran gereja mula-mula saat menghadapi tantangan besar pertama terhadap persatuan mereka: Allah telah membawa banyak orang bukan Yahudi kepada umat-Nya, yang sebelumnya semuanya adalah orang Yahudi—dan kini mereka harus memikirkan bagaimana menyambut mereka!
Dan mereka memang menyambut mereka! Meskipun kedatangan orang-orang bukan Yahudi itu menimbulkan konflik, Paulus dan Barnabas yang menuju pelayanan di Yerusalem, dapat menyelesaikan persoalan tersebut, mereka tetap berhenti di jemaat-jemaat yang mereka temui sepanjang jalan. Mereka menceritakan secara rinci pertobatan orang-orang bukan Yahudi, dan hal itu membawa sukacita besar bagi semua saudara. Isu yang diperdebatkan sangat serius:
- Apakah orang bukan Yahudi harus disunat?
- Haruskah mereka mematuhi aturan makanan Yahudi?
Namun semua itu tidak menghentikan sukacita orang-orang Kristen Yahudi.
Karena Roh Kudus hidup dalam mereka, dan karena itu mereka menyambut orang-orang percaya baru yang juga milik Kristus—diselamatkan oleh kasih karunia-Nya saat Ia mati bagi kita di kayu salib dan bangkit dari kematian untuk memberi kita hidup yang baru.
Itulah alasan untuk bersukacita. Itulah alasan untuk merayakan—setiap kali Allah membawa orang-orang baru ke dalam gereja-Nya, tak peduli berapa banyak tantangan yang muncul. Sebab kita semua adalah milik Yesus, dan melalui Dia kita adalah satu keluarga—anak-anak dari Bapa di surga, dikasihi dan disayangi-Nya untuk selama-lamanya.
DOA KITA:
Tuhan yang terkasih, bawalah lebih banyak orang masuk ke dalam keluarga-Mu melalui Yesus Kristus, Juruselamat kami. Amin.
(Ditulis oleh Dr. Kari Vo)
Pertanyaan Refleksi:
- Apa permintaan doa satu-satunya yang Yesus minta kepada para murid-Nya? (Lihat Matius 9:36-38)
- Apa yang saudara rasakan saat ada orang baru datang ke gereja? Mengapa demikian?
- Apa yang saudara lakukan jika kehadiran mereka membawa tantangan atau masalah bagi gereja?
