
Ibrani 13:3
Ingatlah akan orang-orang hukuman, karena kamu sendiri juga adalah orang-orang hukuman. Dan ingatlah akan orang-orang yang diperlakukan sewenang-wenang, karena kamu sendiri juga masih hidup di dunia ini.
Dalam Kisah Para Rasul 12:1, kita membaca: “Waktu itu Raja Herodes mulai bertindak dengan keras terhadap beberapa orang dari jemaat.” Sebelumnya, Herodes telah membunuh Yakobus, saudara Yohanes. Ketika ia melihat bahwa kematian Yakobus menyenangkan orang Yahudi, ia pun menangkap Petrus dan memasukkannya ke dalam penjara dengan penjagaan ketat.
Dalam Kisah Para Rasul 12 kita belajar tentang pemenjaraan Petrus. Lebih dari itu, kita melihat bagaimana seorang malaikat Tuhan datang dan membawanya keluar dari kota dengan selamat. Tidak lama kemudian, rasul yang dibebaskan ini bertemu kembali dengan jemaat yang sedang berdoa. Mereka terkejut melihat Petrus benar-benar ada di hadapan mereka (lihat Kisah Para Rasul 12:1-17).
Sayangnya, penganiayaan terhadap orang Kristen masih terus terjadi hingga hari ini, di berbagai belahan dunia. Doa-doa untuk mereka tetap sama pentingnya sekarang seperti ketika jemaat mula-mula mendoakan Petrus dua ribu tahun yang lalu. Tetapi waspadalah! Musuh rohani kita yang licik akan berusaha mengalihkan kita dari doa dengan berbagai alasan dan tuduhan—mengecilkan hati kita, bahkan menuduh kita tidak layak berdoa karena kegagalan-kegagalan kita.
Menyadari hal ini, ingatlah bahwa Bapa di surga ingin kita berdoa dengan tekun dan tanpa henti. (Dalam hal ini, pepatah “pertahanan terbaik adalah menyerang” sangatlah benar.) Tuhan mendengar doa kita. Melalui permohonan yang tulus dan berpusat pada Kristus, para tahanan akan dikuatkan dan diteguhkan. Harapan akan hadir di tempat-tempat yang penuh kesepian. Cahaya kasih Kristus akan membuat hari yang gelap terasa lebih ringan. Allah bukan hanya berjanji mendengar doa kita, tetapi juga berjanji untuk menjawabnya (Yohanes 14:13-14; Markus 11:24).
Inilah penghiburan besar yang bisa kita lakukan bagi mereka yang dipenjara dan menderita, khususnya karena iman mereka kepada Kristus. Yesus sendiri menegaskan betapa pentingnya saling memperhatikan dalam hal ini (lihat Matius 25:31-46).
Setiap kali kita memandang salib tempat Yesus mati, Bapa di surga kembali mengingatkan kita bahwa melalui salib itulah Dia memberikan penghiburan ilahi dan pengampunan. Salib dengan jelas menyatakan bahwa semua dosa kita telah diampuni. Tebusan telah dibayar dengan darah Yesus; pintu menuju hidup baru kini terbuka lebar melalui kebangkitan-Nya dari antara orang mati.
Sahabat-sahabat Lutheran Hour Ministries, berdoalah! Doakan mereka yang ada di penjara di seluruh dunia. Dan ketika berdoa, berdoalah dengan penuh keyakinan pada janji-janji Allah. Gunakanlah iman yang telah dikaruniakan Tuhan kepada kita. Ingat kembali kisah ketika jemaat abad pertama berdoa bagi Petrus di penjara: malaikat datang, rantai terlepas, pintu gerbang terbuka, dan sang rasul dibebaskan.
Luangkanlah waktu untuk berdoa, dan ingatlah mereka yang dipenjara seakan-akan kita pun berada di dalam penjara bersama mereka.
KITA BERDOA: Bapa Surgawi, ingatkanlah kami untuk mendoakan mereka yang dipenjara di seluruh dunia. Dalam Nama Yesus kami berdoa. Amin.
(Berdasarkan khotbah “Remember the Suffering” oleh Pdt. Dr. Wallace Schulz, mantan Pengkhotbah The Lutheran Hour)
Pertanyaan Refleksi:
- Bagaimana kira-kira saudara akan menghadapinya jika suatu saat saudara dipenjara karena iman kepada Kristus?
- Mengapa penting, ketika berdoa bagi mereka yang dipenjara, kita membayangkan diri kita ikut berada di sana?
- Bisakah saudara menyebutkan tiga tempat di dunia saat ini di mana orang-orang dikurung karena iman mereka?
