Apa Arti Dunia Bagiku

Berikut ini terjemahan dari himne / lagu  “What Is the World to Me” yang terdapat pada Lutheran Service Book nomor 730.

“Apa arti dunia bagiku Dengan segala kesenangan yang diagung-agungkan Ketika Engkau, hanya Engkau saja, Tuhan Yesus, adalah hartaku! Engkau saja, Tuhan yang terkasih, Kesenangan jiwaku yang sejati; Engkaulah damai sejahteraku, perhentianku. Apa arti dunia bagiku!

“Dunia mengejar kekayaan Dan segala yang ditawarkan mammon Namun tak pernah merasa puas Walau emas memenuhi petinya. Aku memiliki kebaikan yang lebih tinggi, Dan aku akan puas dengannya: Yesuslah kekayaanku. Apa arti dunia bagiku!”

Seorang pemuda kaya bertanya kepada Yesus, “Guru yang baik, apa yang harus aku lakukan untuk memperoleh hidup yang kekal?” (Markus 10:17b). Yesus menjawab dengan menyebut beberapa perintah, yang diklaim telah dipatuhi pemuda itu sejak masa kecilnya. Yesus berkata bahwa ia hanya kurang satu hal: menjual segala miliknya dan memberikannya kepada orang miskin. Lalu Yesus memberikan undangan penuh kasih: “Mari, ikutlah Aku” (Markus 10:21b). Pemuda itu berpaling dari harta surga karena ia sudah memiliki allah lain. Ia lebih menghargai kekayaannya yang besar. Tidak ada ruang di hatinya untuk Harta yang lebih agung.

Yesus tahu godaan yang dihadapi oleh pemuda kaya itu dan juga godaan yang kita hadapi setiap hari. Tuhan kita dicobai dalam segala hal seperti kita, namun tanpa berbuat dosa. Ketika Yesus dicobai oleh Iblis di padang gurun, setiap kali Sang Juruselamat menolak dengan Firman Allah. Yesus menolak menggunakan kuasa-Nya demi kepentingan pribadi dan tidak mau mencobai kasih Bapa-Nya. Kemudian si ular tua mencoba menggoda Yesus dengan kekuasaan dan kekayaan dunia, memperlihatkan kepada-Nya “semua kerajaan dunia dengan kemuliaannya” (Matius 4:8b). Jika Yesus mau menyembah iblis, semua itu akan diberikan kepada-Nya. Yesus, Harta sejati itu, kembali menjawab dengan Firman: “Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau beribadah” (Matius 4:10b).

Kita menghadapi godaan yang sama seperti yang dialami pemuda kaya itu. Kesenangan dunia yang diagung-agungkan bisa sangat menarik, tetapi kita tidak boleh menyembah hal-hal tersebut dan menjadikannya berhala di hati kita. Bapa Surgawi menghargai kita, dan dalam Baptisan kita dijadikan ciptaan baru sebagai anak-anak-Nya. Dengan iman yang diciptakan dalam hati kita oleh Roh Kudus, kita mendengar dan menjawab undangan dari Tuhan kita yang tersalib dan bangkit: “Mari, ikutlah Aku!” Ketika kita digoda oleh kekayaan dan kesenangan dunia, kita menemukan jawaban terhadap godaan itu, sebagaimana Yesus melakukannya, dalam Firman: “Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau beribadah.” Segala hal yang menggoda di dunia ini—kesenangan maupun kekuasaan—hanya sementara. Hal-hal itu akan lenyap, tetapi kita memiliki kekayaan yang kekal. Yesus adalah Harta kita!

DOA: Yesus, ketika aku tergoda oleh hal-hal duniawi, tolonglah aku untuk mengingat bahwa Engkaulah Kekayaan dan Hartaku yang sejati. Amin.

Renungan Harian ini ditulis oleh Dr. Carol Geisler. Berdasarkan himne “What Is the World to Me” yang terdapat pada Lutheran Service Book nomor 730.

Pertanyaan Refleksi:

  1. Bagaimana kesibukan mengejar kekayaan dapat mengalihkan perhatian kita dari hal-hal yang lebih besar dalam hidup, seperti relasi, Allah, dan perkara kekal?
  2. Selain harus memberikan kekayaannya kepada orang miskin, alasan apa lagi yang mungkin membuat pemuda dalam Markus 10:17-31 murung atas perkataan Yesus?
  3. Bagaimana mempercayai Allah dapat menjadi penjaga agar kita tidak terjerat dalam kehausan berlebihan akan uang?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Scroll to Top