TES SEDERHANA

1 Korintus 12:1-3

1 Sekarang tentang karunia-karunia Roh. Aku mau, saudara-saudara, supaya kamu mengetahui kebenarannya. 

2 Kamu tahu, bahwa pada waktu kamu masih belum mengenal Allah, kamu tanpa berpikir ditarik kepada berhala-berhala yang bisu.

3 Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorang pun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: “Terkutuklah Yesus!” dan tidak ada seorang pun, yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus.

Ini adalah hal yang agak aneh yang dikatakan Paulus, bukan? Jika seseorang mengutuk Yesus, orang itu tidak berbicara dengan Roh Allah; dan siapa pun yang mengatakan “Yesus adalah Tuhan” berbicara dengan Roh Kudus.

Terkadang ini terdengar terlalu sederhana untuk menjadi kenyataan—namun, tes ini langsung menuju inti permasalahan. Karena Yesus adalah sosok yang memisahkan umat manusia. Bagi mereka yang hanya mengenal-Nya sebagai Hakim, Yesus adalah sosok yang harus ditakuti, bahkan dibenci. Kebaikan dan kekudusan-Nya menjadikan-Nya sosok yang harus dijauhi—yaitu: cahaya yang tak tertahankan, sebuah terang yang menunjukkan segala kegelapan kita. Tidak heran mereka mengutuk-Nya! Tidak heran mereka berusaha menurunkan-Nya—menyebut-Nya sebagai seorang visioner, guru besar, atau revolusioner—tetapi semua ini adalah cara untuk menghindari memberikan kemuliaan yang memang menjadi hak-Nya. Seperti yang dikatakan penyair Alexander Pope, “mengutuk [Dia] dengan pujian yang lemah.”

Bagi mereka yang mengenal-Nya sebagai Juru Selamat, Yesus adalah Yang memberikan diri-Nya untuk menyelamatkan kita semua dari dosa, maut, dan kejahatan. Dia adalah Tuhan yang menjadi Manusia, yang menderita dan mati untuk kita, dan bangkit kembali. Dia adalah Kehidupan kita selamanya, dan karena kita milik-Nya dan percaya kepada-Nya, kita tidak akan pernah mati. Bagi kita, Dia adalah sosok yang kita cintai lebih dari segalanya—sukacita dan penghiburan kita, Tuhan yang kita kasihi. Dan kata “Tuhan” bukan hanya gelar yang kosong—itu berarti Dia memimpin kita dan seluruh alam semesta, serta memiliki segala kuasa dan otoritas. Menurutmu Apa lagi kabar baiknya ?

Tes Paulus memungkinkan kita untuk melihat kebenaran tentang orang-orang yang mencoba mengajak kita mengikuti mereka. Apa yang mereka pikirkan tentang Yesus? Jika Yesus bukan  Juru Selamat dan Tuhan bagi mereka, tidak peduli apa yang mereka katakan kepada kita. Kita akan tetap bersama Yesus.

DOA KITA: Tuhan, jagalah aku tetap dekat dengan-Mu selamanya, dan jangan biarkan aku terjatuh. Amin.

Renungan Harian ini ditulis oleh Dr. Kari Vo.

Pertanyaan Refleksi:

  1. Kelompok atau orang-orang apa yang kamu kenal yang mengklaim menghormati Yesus tetapi menolak untuk mengakui-Nya sebagai Juru Selamat dan Tuhan?
  2. “Tuhan”mu adalah seseorang yang bertanggung jawab atasmu untuk menjaga kamu, seseorang yang harus ditaati. Mengapa orang seperti itu menolak untuk menyebut Yesus Tuhan?
  3. Mengapa kita senang menyebut-Nya Tuhan?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Scroll to Top