
Yesaya 62:1-5
1 Oleh karena Sion aku tidak dapat berdiam diri, dan oleh karena Yerusalem aku tidak akan tinggal tenang, sampai kebenarannya bersinar seperti cahaya dan keselamatannya menyala seperti suluh.
2 Maka bangsa-bangsa akan melihat kebenaranmu, dan semua raja akan melihat kemuliaanmu, dan orang akan menyebut engkau dengan nama baru yang akan ditentukan oleh TUHAN sendiri.
3 Engkau akan menjadi mahkota keagungan di tangan TUHAN dan serban kerajaan di tangan Allahmu.
4 Engkau tidak akan disebut lagi “yang ditinggalkan suami”, dan negerimu tidak akan disebut lagi “yang sunyi”, tetapi engkau akan dinamai “yang berkenan kepada-Ku” dan negerimu “yang bersuami”, sebab TUHAN telah berkenan kepadamu, dan negerimu akan bersuami.
5 Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu.
Ini adalah salah satu ayat yang sering saya baca ketika saya merasa terpuruk, tidak bahagia, dan terlalu sadar akan dosa-dosa saya. Karena dalam ayat ini, Tuhan berbicara kepada umat Yerusalem—umat yang telah meninggalkan Dia tahun demi tahun, mengikuti dewa-dewa lain, bahkan terkadang sampai pada pengorbanan manusia—namun, Dia tidak menyerah pada mereka. Dia masih mengasihi mereka, dan Dia berjanji untuk menyelamatkan mereka. Dia akan memberikan mereka kebenaran dan keselamatan, dan Tuhan sendiri akan bersukacita atas mereka. Mereka akan menjadi “mahkota kecantikan di tangan Tuhan, dan didalam kerajaan di tangan Allahmu.” Namun, tunggu sebentar. Mengapa mahkota ini berada di tangan Allah? Mahkota biasanya diletakkan di kepala, semua orang tahu itu. Lalu, di kepala siapa Allah akan meletakkan mahkota ini?
Pada kepala Yesus. Karena Yesuslah yang menghapus semua dosa dan rasa malu kita ketika Dia dengan rela digantung di salib tepat di luar tembok Yerusalem untuk menyelamatkan kita semua. Dia adalah Tuhan sendiri yang turun dari surga untuk menyelamatkan kita melalui kematian dan kebangkitan-Nya, karena Dia mengasihi kita. Sekarang, setiap orang yang percaya kepada-Nya diampuni, bersih, dan baru, karena Yesus telah memberikan diri-Nya untuk kita. Dia adalah hidup kita, sukacita kita, dan pengampunan kita—dan kita adalah mahkota sukacita-Nya selamanya.
DOA KITA: Tuhan Juru Selamat, terima kasih atas apa yang Engkau lakukan untuk kami. Amin.
Renungan Harian ini ditulis oleh Dr. Kari Vo.
Pertanyaan Refleksi:
- Kata-kata apa yang biasanya kita gunakan untuk menggambarkan mahkota? Kata “Indah” adalah salah satunya dalam ayat ini—apa saja kata lainnya?
- Apa arti mahkota bagi saudara, dimana Tuhan ada bersama kita ?
- Kapan Yesus akan dimahkotai?
