
Mazmur 138:7-8
7 Jika aku berada dalam kesesakan, Engkau mempertahankan hidupku; terhadap amarah musuhku Engkau mengulurkan tangan-Mu, dan tangan kanan-Mu menyelamatkan aku.
8 TUHAN akan menyelesaikannya bagiku! Ya TUHAN, kasih setia-Mu untuk selama-lamanya; janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu!
“TUHAN akan menyelesaikan tujuan-Nya bagiku.” Bukan tujuanku, atau rencana orang lain untukku, tetapi tujuan Allah yang akan digenapi. Apa tujuan-Tuhan untukku, untuk kita semua? Seperti yang dilakukan-Nya kepada pemazmur, Allah menyelamatkan kita dan melindungi hidup kita, terkadang dengan cara-cara yang mungkin tidak pernah kita lihat atau sadari di dunia ini. Dia mengetahui isi dan akhir dari hari-hari kita sebelum kita menjalaninya, meskipun Dia tidak mengungkapkan pengetahuan ilahi itu kepada kita: “Hal-hal yang tersembunyi adalah milik TUHAN Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan adalah milik kita dan anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini” (Ulangan 29:29). Allah memberi kita akal manusiawi, nasihat bijaksana dari orang lain, dan bimbingan Firman-Nya saat kita menghadapi keputusan sehari-hari. Kita mungkin tidak tahu hasil dari keputusan tersebut sebelumnya, tetapi kita dapat percaya bahwa Tuhan kita mengetahui apa yang ada di depan kita.
Tujuan akhir Allah untuk kita bukanlah rahasia. Firman-Nya mengungkapkanNYA kepada kita. Tujuan itu adalah hasil dari keputusan Allah yang dibuat sebelum kita dilahirkan, sebelum Dia menciptakan dunia. Apa tujuan itu? Apa yang ingin Dia lihat terjadi dalam hidup kita? Yesus memberikan jawabannya: “Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang yang melihat Anak dan percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan Aku akan membangkitkannya pada akhir zaman” (Yohanes 6:40). Dalam kasih karunia-Nya—kasih dan kebaikan yang tidak kita peroleh dan tidak kita layak terima—Allah memilih kita untuk menjadi milik-Nya. Tujuan Tuhan untuk kita digenapi melalui kasih setia-Nya yang kekal, kasih yang mengutus Anak-Nya ke salib untuk menyelamatkan kita.
Allah menciptakan kita kembali melalui Baptisan. Kita adalah pekerjaan tangan-Nya, dan Dia tidak akan meninggalkan kita. Dipimpin oleh Roh melalui hikmat Firman-Nya, kita belajar untuk berjalan di jalan-Nya, bahkan ketika kita harus “berjalan di tengah kesesakan.” Ketika Yesus kembali, semua yang percaya kepada-Nya akan dibangkitkan dari kematian untuk hidup dalam hadirat-Nya selamanya. Itu adalah janji kasih setia-Nya yang kekal: “Aku yakin akan hal ini, bahwa Dia yang memulai pekerjaan baik di antara kamu akan menyelesaikannya pada hari Kristus Yesus” (Filipi 1:6). Tujuan Allah untuk kita akan digenapi!
DOA: Tuhan, lindungilah aku di masa kesesakan dan pimpin aku untuk berjalan di jalan-Mu sampai hari ketika tujuan-Mu bagiku akhirnya digenapi. Amin
Devosi Harian ini ditulis oleh Dr. Carol Geisler.
Pertanyaan Refleksi:
- Apakah saudara merasa memiliki tujuan dalam hidupmu? Apakah saudara aktif mengejarnya?
- Apakah saudara berpikir tujuan Allah untuk hidup kita bisa berbeda dengan tujuan kita sendiri? Bagaimana caranya?
- Bagaimana Baptisan kita ke dalam Kristus memperbarui kita sebagai makhluk baru dalam keluarga Allah?
