HAL-HAL YANG MENYATUKAN

Yohanes 4:9-10

9 Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: “Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?” (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)

10 Jawab Yesus kepadanya: “Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.”

Hampir tanpa pengecualian, orang Yahudi dan Samaria saling membenci. Bagi  orang Yahudi, orang Samaria adalah Ras campuran dan tidak setia. Mereka mengklaim hubungan kekerabatan dengan orang Yahudi ketika itu menguntungkan mereka jika dekat saja. Bagi orang Samaria, orang Yahudi adalah orang munafik yang sombong yang menambahkan kitab-kitab ke dalam Alkitab (Alkitab orang Samaria hanya memiliki lima kitab pertama yang ditulis oleh Musa). Dan pada saat Anak Allah, Yesus, lahir di antara kita, konflik antara kedua kelompok ini telah mencapai puncaknya.

Salah satu sumber pertentangan adalah bahwa lingkungan Yahudi terbagi antara utara dan selatan, sementara orang Samaria berada di tengah. Jadi, orang Yahudi harus sering bepergian melalui Samaria. Tiga kali setahun, orang Yahudi di utara harus bepergian ke selatan ke Yerusalem untuk hari-hari suci mereka. Menurut sejarawan Yahudi Yosefus, banyak orang Yahudi, daripada mengambil rute melingkar, memilih jalan langsung melalui Samaria. Akhirnya, orang Samaria muak dengan orang-orang Yahudi yang melewati wilayah mereka. Maka mereka menyerang perkemahan, menjarah tenda-tenda, dan membunuh orang-orang mereka. Orang-orang Yahudi utara mengajukan banding kepada gubernur Romawi untuk balas dendam, tetapi orang Samaria menyuapnya dan meyakinkannya untuk tidak terlibat. Maka orang-orang Yahudi mengambil tindakan sendiri. Mereka menyerang dan membakar desa-desa Samaria. Kemudian kaisar Romawi terlibat. Beberapa orang Yahudi disalibkan. Orang Samaria dibunuh. Dan salah satu pemimpin utama diseret di jalanan dan dibantai di alun-alun kota (lihat Yosefus, Antiquities, 20.6).

Jadi Yesus, seperti orang-orang Yahudi utara lainnya di zaman-Nya, bepergian melalui Samaria dalam perjalanan-Nya dari Yerusalem. Tetapi dalam perjalanan ini, Yesus mengambil risiko (secara manusiawi). Dia tidak hanya melewati, tetapi berhenti di Samaria, mengekspos diri-Nya dan para pengikut-Nya ke bahaya besar, dan berdiam di dekat sumur. Itu adalah sumur terkenal yang digali lebih dari seribu tahun sebelumnya oleh Yakub, leluhur Yahudi, yang menerima janji Allah bahwa melalui keluarganya semua keluarga di bumi akan diberkati—semua, termasuk orang Yahudi, orang Samaria, orang bukan Yahudi, saudara, saya, semua orang. Semua akan diberkati dengan hidup baru melalui Mesias, yang akan datang dari keturunan Yakub sehingga Dia bisa mati, bangkit, memerintah, dan suatu hari kembali, untuk memuaskan dunia yang haus dan menyatukan kita. Itulah sebabnya Yesus memulai percakapan dengan perempuan ini dan mengundangnya untuk menaruh seluruh kepercayaannya kepada-Nya, yang dia lakukan, dan segera bergabung dengan misi pemersatuan-Nya.

Yesus melakukan hal yang sama untuk saudara hari ini. Dia mengundang saudara ke dalam hidup-Nya sehingga kita dapat bersama-sama melintasi batas-batas dan membangun jembatan dengan orang-orang yang berbeda dari kita, melakukan hal-hal yang membawa kesatuan, berpartisipasi dengan orang-orang dari setiap suku, bahasa, dan bangsa dalam misi yang lebih besar, untuk panen yang lebih besar, demi pujian kepada Allah yang lebih besar, yang akan menerima kita semua, tanpa kecuali.

KITA BERDOA:


Tuhan Yesus,  jika perpecahan  tetap ada untuk sementara waktu, semoga terang kasih-Mu yang besar akan menutupi semua itu. Amin.

Refleksi:

  1. Apakah saudara baru-baru ini pernah memiliki interaksi dekat dengan seseorang dari etnis yang berbeda? Bagaimana hal itu berlangsung?
  2. Bacalah Yohanes 4. Mengapa menurut saudara, apakah perempuan itu segera terlibat dalam misi Yesus?
  3. Dengan mempercayai Yesus, apa saja yang dapat saudara lakukan untuk membantu menyatukan orang-orang yang terpecah di sekitarmu ?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Scroll to Top