TERANG HIDUP

Yohanes 8:12

Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”

Hanya karena saudara tidak dapat melihat terang, bukan berarti terang itu tidak ada. Ambil contoh cahaya ultraviolet. Ultra-violet berarti “melampaui ungu.” Ungu berada di ujung spektrum cahaya yang terlihat. Jadi, “melampaui ungu” berarti berada di luar batas yang dapat dilihat oleh mata manusia. Cahaya ini kadang disebut sebagai blacklight, cahaya tersembunyi, atau cahaya yang menyamar. Mungkin Anda pernah melihat seseorang berdiri di bawah blacklight di sebuah pesta. Bahan tertentu dalam pakaian mereka dan bahkan gigi mereka tampak berpendar aneh. Bagaimana bisa? Karena mereka menyerap energi yang tak terlihat, lalu mengubahnya menjadi cahaya yang tampak, menghasilkan sinar khas tersebut.

Namun, cahaya ultraviolet bukan hanya untuk efek pesta. Cahaya ini digunakan untuk mendeteksi noda dan retakan tersembunyi, membedakan antara sesuatu yang asli dan palsu, membunuh kuman dan membersihkan permukaan. Bahkan, cahaya ini dapat membantu kulit kita menghasilkan vitamin D dan membuat beberapa benda bercahaya—karena pada dasarnya, cahaya ultraviolet adalah cahaya tersembunyi yang menerangi apa pun yang disentuhnya.

Yesus pernah berkata bahwa Dia adalah Terang dunia—tetapi bukan dalam bentuk cahaya yang bisa langsung kita lihat, setidaknya untuk saat ini. Ada masa ketika terang itu terlihat, ketika Yesus berjalan di bumi. Bahkan ada saat ketika Dia membawa tiga pengikut-Nya ke atas gunung untuk berdoa, dan saat itu, Dia berubah rupa di hadapan mereka. Mereka melihat Dia bersinar seperti matahari (lihat Matius 17:2; Lukas 9:29). Tetapi kemudian, Yesus membawa mereka turun kembali ke dalam kegelapan, kembali ke dalam penyamaran, untuk menyelesaikan misi-Nya—mati di kayu salib dan bangkit dari kematian untuk membebaskan kita dari kuasa kegelapan (lihat Lukas 22:53).

Akan tiba saatnya ketika terang-Nya akan muncul kembali dalam spektrum yang bisa kita lihat. Pada hari yang besar dan mengagumkan itu, tabir akan ditarik kembali, dan Yesus akan mengalahkan kegelapan, membuat dunia ini baru lagi. Tetapi bagi mereka yang tidak berbalik kepada-Nya dan percaya kepada-Nya, terang itu akan menjadi penghakiman yang tak tertahankan—terang yang suci, menyilaukan, dan menghanguskan kegelapan serta semua yang berusaha bersembunyi di dalamnya.

Tuhan tidak berkenan kepada kematian siapa pun (lihat Yehezkiel 18:32). Dia menginginkan semua orang diselamatkan (lihat 1 Timotius 2:4). Itulah sebabnya, untuk saat ini, Dia menyamarkan terang-Nya. Sekarang adalah waktu di mana Dia membiarkan mata kita menyesuaikan diri, agar semakin banyak orang yang berbalik kepada-Nya dan percaya kepada-Nya. Sekarang adalah waktu di mana Dia menyamarkan terang-Nya melalui umat-Nya, dalam Firman yang Dia berikan untuk kita sampaikan, tersembunyi dalam air Baptisan yang mengikat kita kepada-Nya, hadir dalam Perjamuan Kudus yang menyatukan kita, terselubung dalam roti dan anggur. Sebelum Yesus “menyalakan terang” dalam penghakiman terakhir, Dia tetap menjaga terang-Nya berada di luar jangkauan mata, tetapi tetap bersinar. Ini adalah terang yang tidak dapat Anda lihat, tetapi yang mengubah cara Anda melihat. Terang yang bekerja di balik kegelapan. Terang yang menunjukkan retakan dan noda yang kita coba sembunyikan. Terang yang mengungkap kepalsuan dan tipuan, serta mengubah hamba-hamba kegelapan menjadi pelayan terang.

Yesus berkata bahwa kemuliaan-Nya yang terbesar bukanlah saat Dia bersinar cemerlang di atas gunung, melainkan saat Dia memberikan diri-Nya dalam kegelapan di kayu salib (lihat Yohanes 12:23-36). Itulah saat kemuliaan-Nya yang sejati, ketika kasih Allah bersinar atas saudara, mengungkapkan, membersihkan, dan mengubah saudara menjadi terang-Tuhan yang tersembunyi bagi orang lain.

KITA BERDOA:


“Yesus yang terkasih, bersinarlah atas kami, agar kami menjadi anak-anak terang. Amin.”

Renungan Harian ini ditulis oleh Pdt. Dr. Michael Zeigler, Pembicara untuk The Lutheran Hour.

Pertanyaan Refleksi:

  1.   Apa yang membuat saudara sulit mempercayai bahwa terang Tuhan yang tak terlihat itu tetap bersinar?
  2.   Kapan seseorang membuat saudara merasa “bersinar” melalui kasihnya yang menyerupai kasih Kristus?
  3.   Siapa saja orang-orang di sekitar saudara  yang merasa terjebak dalam kegelapan? Bagaimana Anda bisa menjadi “Yesus yang tersembunyi” bagi mereka?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Scroll to Top