
Lukas 24:13, 15b-19a
13 Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem,
15 …………datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka.
16 Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.
17 Yesus berkata kepada mereka: “Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?” Maka berhentilah mereka dengan muka muram.
18 Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: “Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?”
19 Kata-Nya kepada mereka: “Apakah itu?” Jawab mereka: “Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret……..
Bayangkan dua orang percaya ini dengan sungguh-sungguh menjelaskan tentang penderitaan dan kematian Yesus—kepada Yesus sendiri—tanpa mengenali-Nya sama sekali. Bagaimana mereka bisa melewatkan bekas paku di tangan-Nya?
Dan bagaimana dengan Yesus? Mengapa Ia membiarkan kebingungan ini berlanjut selama berjam-jam, hingga akhirnya Ia memecahkan roti untuk makan malam—dan lenyap, tepat saat mereka menyadari siapa Dia?
Saya pikir itu karena sukacita. Saya pikir itu karena kasih, kebahagiaan, dan selera humor Yesus, saat Ia menikmati sore yang santai bersama dua orang yang dikasihi-Nya—yang dengan keras kepala menolak untuk percaya bahwa Ia hidup kembali. Mereka tidak mempercayai kesaksian para perempuan. Jadi Yesus menggunakan kesempatan ini untuk bermain sedikit, menyembunyikan identitas-Nya, mengajarkan mereka tentang diri-Nya dalam Kitab Suci—dan menunggu saat kebenaran itu menyadarkan mereka.
Inilah Allah yang kita miliki—Allah yang mengasihi kita begitu dalam sehingga Ia mati dan bangkit bagi kita—semua agar Ia dapat menikmati, bukan hanya satu sore, tetapi seluruh kekekalan bersama kita, umat-Nya. Dan itu dimulai hari ini—sekarang—bagi semua yang percaya kepada-Nya.
KITA BERDOA: Tuhan, bawalah aku lebih dekat kepada-Mu setiap hari, dan bawa aku untuk mengenal-Mu sepenuhnya. Amin.
Pertanyaan Refleksi:
- Mengapa orang bercanda dan tertawa saat mereka bahagia?
- Apa yang saudara ketahui tentang selera humor Allah?
- Apakah saudara bersukacita saat tahu bahwa Yesus senang menghabiskan waktu bersama saudara?
Renungan Prapaskah ditulis oleh Dr. Kari Vo.
