Haruskah Aku Khawatir tentang Iblis?

Lukas 8:38-39

38 Dan orang yang telah ditinggalkan setan-setan itu meminta supaya ia diperkenankan menyertai-Nya. Tetapi Yesus menyuruh dia pergi, kata-Nya:

39 “Pulanglah ke rumahmu dan ceriterakanlah segala sesuatu yang telah diperbuat Allah atasmu.” Orang itu pun pergi mengelilingi seluruh kota dan memberitahukan segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya.

Beberapa tahun lalu, saya membaca hasil survei dari lembaga polling terkenal yang menunjukkan bahwa lebih dari setengah orang Kristen di Amerika meragukan keberadaan Iblis. Banyak dari mereka melihat Iblis hanya sebagai simbol kejahatan, bukan sebagai makhluk nyata.

Tetapi, jika kita membuka Alkitab, kita akan melihat bahwa iblis itu nyata, dan dia adalah musuh yang serius—bahkan berbahaya! Namun, lebih penting lagi, kita diajak untuk percaya kepada Pribadi yang sanggup menjaga dan membela kita dari musuh tersebut.

Kitab Suci menunjukkan bahwa pelayanan Yesus mencakup banyak peristiwa pengusiran setan dan mengalahkan serangan si jahat, seperti dalam kisah Injil minggu ini. Rasul Petrus mengingatkan kita tentang pekerjaan Iblis dalam 1 Petrus 5:8: “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.”

Namun Yesus yang mengasihi kita mengetahui perjuangan dan kelemahan kita, dan datang untuk menyelamatkan kita dari si jahat, sebagaimana yang Dia lakukan kepada pria dari Gerasa dalam kisah ini.
Kristus, yang kuasanya tidak terbatas, menyelesaikan situasi itu dan memulihkan hidup orang tersebut.

Demikian juga dengan kita: kita pun hidup dalam serangan rohani setiap hari. Bukan hanya dari Iblis, tetapi dari dosa kita sendiri yang terus menyeret kita ke dalam kata-kata dan perbuatan yang menyakiti diri sendiri dan orang lain.
Ada pula di dunia ini— yaitu musuh lain—yang selalu berusaha memisahkan kita dari Allah dan iman kepada-Nya.

Kabar baiknya adalah: Kristus sudah menang atas si bapa dusta itu.

  • Ia mengalahkan Iblis di padang gurun,
  • Ia mengalahkannya berkali-kali dalam pelayanan-Nya,
  • Ia mengalahkannya pada hari Ia membebaskan pria Gerasa itu,
  • Dan Ia mengalahkannya secara mutlak di salib dan dalam kebangkitan-Nya.

Setiap kali seseorang dibaptis, di sanalah Kristus mengalahkan Iblis.
Setiap kali seseorang mengaku percaya kepada Yesus, melalui pekerjaan Roh Kudus, itu adalah kemenangan Allah.

Jangan melawan Iblis dengan kekuatan sendiri.


Sebaliknya, andalkan kuasa Tuhan dan kenakan perlengkapan senjata Allah (Efesus 6) dalam pertempuran rohani ini—karena kita tahu bahwa Kristus sudah menang. Pada akhirnya, Yesus memulihkan pria ini untuk menunjukkan bahwa kuasa-Nya tidak terbatas. Dan setelah itu, Yesus mengutusnya pulang untuk menceritakan perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan oleh Allah.

Yesus tidak hanya memulihkan saudara ketika dosa-dosamu diampuni, atau ketika oleh kasih karunia saudara menerima iman yang menyelamatkan, atau ketika saudara dijadikan ciptaan baru melalui kuasa Allah yang dinyatakan dalam Baptisan.


Setelah karya penebusan itu terjadi dalam dirimu, Yesus mengutusmu ke dunia ini—bukan untuk memberitahu orang-orang tentang apa yang Iblis mampu lakukan, tetapi untuk memberitakan apa yang Yesus Kristus telah lakukan untukmu.

KITA BERDOA:

Lindungilah aku, ya Tuhan, dalam perjuangan dan kelemahanku, dan biarlah malaikat-Mu yang kudus menyertaiku, supaya si jahat tidak berkuasa atasku. Amin.

Renungan harian ini ditulis oleh Pdt. Germán Novelli, Jr.

Pertanyaan Refleksi:
1. Apa saja cara dan senjata rohani yang digunakan Iblis untuk menyerang umat Allah?
2. Alat-alat apa saja yang telah Allah berikan kepada semua orang Kristen agar mereka dapat bertahan terhadap kuasa Iblis?
3. Bagaimana Yesus mengalahkan Iblis dan melindungi kita darinya?

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Scroll to Top