
Kolose 1:1-3, 12-14
1 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus, oleh kehendak Allah, dan Timotius saudara kita,
2 kepada saudara-saudara yang kudus dan yang percaya dalam Kristus di Kolose. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, menyertai kamu.
3 Kami selalu mengucap syukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, setiap kali kami berdoa untuk kamu,
12 dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.
13 Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih;
14 di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.
Waktu saya kecil, saya sangat tertarik saat mengetahui bahwa ada planet-planet yang “terkunci pasang surut” (tidally locked). Itu artinya satu sisi planet itu selalu menghadap ke bintang yang menjadi pusat orbitnya, sementara sisi lainnya selalu menghadap ke kegelapan. Dulu kita pikir Merkurius seperti itu, walau sekarang kita tahu keadaannya sedikit lebih kompleks. Tapi bayangkan hidup di planet yang benar-benar seperti itu!
Akan terasa sangat aneh, kan? Sisi terang tidak pernah mengalami malam, sedangkan sisi gelap tidak pernah melihat siang. Di antara keduanya hanya ada lingkaran sempit yang selalu berada dalam senja abadi. Dan tentu saja, perbedaan suhu antara sisi siang dan sisi malam akan sangat ekstrem.
Bayangkan bagaimana rasanya jika kita tiba-tiba dipindahkan dari sisi gelap ke sisi terang! Pasti akan sangat mengejutkan dan mengubah hidup. Itulah gambaran yang dipakai Rasul Paulus ketika ia menulis bahwa Tuhan “telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam kerajaan Anak-Nya yang terkasih.”
Apa perbedaan yang dimaksud? Perbedaan antara kematian dan kehidupan; antara kebencian, amarah, duka, kehilangan, dan ketakutan—dengan kasih, sukacita, damai, penghiburan, dan pengharapan. Perbedaan antara hidup di tempat yang sebenarnya tidak layak bagi manusia, di bawah kuasa si jahat—dan hidup bersama Yesus, Juruselamat kita, dalam tempat yang disebut-Nya sebagai “kerajaan yang telah disiapkan bagimu sejak dunia dijadikan” (Matius 25:34b).
Lalu bagaimana kita bisa berpindah dari kegelapan ke terang? Hanya oleh kebaikan hati Allah yang penuh kasih, yang dinyatakan kepada kita dalam Yesus Kristus.
Jika kita benar-benar hidup di planet yang terkunci pasang surut, mungkin secara teori kita bisa berjalan sendiri dari sisi gelap ke sisi terang. Tapi dalam kehidupan rohani kita, hal itu tidak bisa kita lakukan sendiri. Kita butuh pertolongan—kita butuh Yesus. Kita tidak sanggup melakukannya sendiri. Tapi Dia sanggup—dan Dia sudah melakukannya. Itulah tujuan dari penderitaan, kematian, dan kebangkitan-Nya.
Sekarang, jika kita percaya kepada Yesus, kita hidup di sisi terang—dan kita memiliki semua kehangatan dan terang yang kita butuhkan di dalam Dia. Terima kasih Allah!
KITA BERDOA:
Bapa yang pengasih, terima kasih karena Engkau telah memindahkanku untuk hidup dalam kerajaan Anak-Mu, dalam terang dan kehangatan-Nya. Amin.
Renungan harian ini ditulis oleh Dr. Kari Vo.
Pertanyaan Refleksi:
- Mengapa Yesus disebut sebagai Terang dunia?
- Mengapa masuk akal juga untuk menyebut-Nya sebagai Kehangatan dunia?
- Bagaimana Yesus telah membawa terang dan kehangatan dalam hidupmu?
