Pertumbuhan Tanpa Takut dan Tanpa Akhir

Kolose 1:13-14

13 Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih;
14 di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.

Setelah satu tahun kuliah, saya pindah ke universitas lain. Saya tidak akan menyebutkan nama kampus tempat saya memulai kuliah itu, karena saya menyadari bahwa itu bukan tempat yang tepat untuk saya. Jadi, saya pindah ke Minnesota State University di Moorhead, yang pada waktu itu disebut Moorhead State University atau MSU. Itu adalah keputusan yang sangat baik. Saya menyukai kampus itu dan kota tempatnya berada. Syukurlah saya bisa pindah dari tempat pertama ke tempat yang jauh lebih baik.


Renungan kita hari ini menyatakan bahwa Allah telah memindahkan kita keluar dari kuasa kegelapan dan masuk ke dalam Kerajaan Anak-Nya. Sekarang, itu baru perpindahan yang luar biasa! Mari kita renungkan perbedaan antara perpindahan biasa—seperti dalam pendidikan atau pekerjaan—dengan apa yang Allah lakukan saat memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya.


Pertama-tama, saat kita pindah sekolah atau pindah departemen kerja, kita ingin membawa serta pencapaian masa lalu kita. Tidak ada orang yang ingin pindah ke sekolah baru lalu kehilangan nilai-nilai yang sudah dikumpulkan sebelumnya, atau pindah divisi kerja dan mulai lagi dari nol. Kita mau pindah, tetapi tetap ingin membawa “modal” dari masa lalu kita.


Bukankah luar biasa bahwa ketika Allah memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya, masa lalu kita justru ditinggalkan? Kita tidak ingin masa lalu itu mengikuti kita. Bahkan kalau masa lalu itu ikut serta, ia tidak membawa kredit. Kita tidak membawa IPK 4.0 atau daftar tugas rohani yang hampir selesai. Tetapi kabar baiknya adalah Allah menghapus masa lalu kita ketika Ia memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya. Seolah-olah Ia bertanya, “Apakah kamu ingin memulai yang baru? Ingin meninggalkan masa lalu?” Dan kita menjawab, “Tentu saja, ya!”


Rasul Paulus menggambarkan perpindahan ini dalam Filipi 3, saat ia menyebutkan semua pencapaian agamanya sebelum mengenal Kristus. Dan meskipun daftarnya sangat mengesankan—termasuk hidup benar menurut hukum Taurat—Paulus mengatakan:

“Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Bahkan segala sesuatu kuanggap rugi karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia daripada semuanya.” (Filipi 3:7-8a).

Sama seperti Paulus, kita dengan senang hati membiarkan masa lalu lenyap supaya kita bisa berdiri di atas pencapaian Kristus saja menggantikan kita. Jadi, dalam perpindahan ke Kerajaan Anak Allah, kita menerima awal yang baru. Itu satu perbedaan besar dibandingkan perpindahan biasa. Perbedaan lainnya adalah soal lokasi. Ketika saudara pindah sekolah atau divisi kerja, saudara harus pindah tempat.saudara mungkin menyukai lokasi tempat lama saudara, tetapi untuk perubahan itu, saudara tidak bisa tetap tinggal di sana.


Tetapi sangat berbeda dengan perpindahan ke dalam Kerajaan Anak Allah. Kita mungkin berpikir kita harus meninggalkan rumah dan pergi ke tempat asing untuk menemukan hidup kekal. Tapi perpindahan dari Allah membuat kita tetap tinggal secara fisik di tempat kita sekarang. Kita tidak berpindah tempat secara fisik, tetapi kita telah dipindahkan secara rohani ke dalam Kerajaan Anak-Nya—dan menjadi ahli waris kehidupan kekal. Tidak ada universitas atau perusahaan dunia ini yang bisa menawarkan hal seperti itu!


Itu berarti bahwa perpindahan ini bersifat langsung. Saat kita mendengar Injil dan percaya kepada janji-janji Allah, karunia pengampunan itu sudah kita miliki. Seperti dikatakan dalam Kolose: “Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang terkasih, di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.”


Meskipun kita secara fisik tetap berada di tempat semula, kita sudah dipindahkan ke dalam Kerajaan-Nya. Dan sebagai tanda kita berada dalam kerajaan itu, kita menerima karunia utama-Nya: penebusan, yaitu pengampunan dosa.


Sepanjang hidup, kita mungkin pindah dan berpindah-pindah berkali-kali. Ada perpindahan yang dekat dan mudah; ada pula yang jauh dan rumit. Tetapi perpindahan ke dalam Kerajaan Anak Allah adalah yang paling penting. Dalam perpindahan ini, kita meninggalkan masa lalu yang penuh tuduhan. Sebagai gantinya, kita diterima sepenuhnya, langsung, ke dalam kerajaan Allah—mendapatkan penebusan, yaitu pengampunan dosa.Itulah perpindahan yang bernilai kekal. Amin.
______________

KITA BERDOA:
Bapa Surgawi, terima kasih karena Engkau telah membuka Kerajaan-Mu bagi kami dan membawa kami masuk ke dalam pengampunan yang sepenuhnya dimenangkan oleh Anak-Mu. Dalam Nama-Nya kami berdoa. Amin.

Renungan harian ini ditulis oleh Pdt. Dr. Daniel Paavola.
______________

Pertanyaan Refleksi:

1. Apakah saudara termasuk orang yang suka perubahan, atau sulit menyesuaikan diri? Mengapa?

2. Bagaimana Allah memindahkan atau mentransfer kita ke dalam “Kerajaan Anak-Nya yang terkasih”? Apa arti ini bagi kehidupanmu ke depan?

3. Bagaimana karunia Allah—penebusan dalam Yesus, pengampunan dosamu—memberi kekuatan saat dosa dan rasa bersalah mencoba menjatuhkanmu?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Scroll to Top