
Roma 12:1-2
1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Seperti apakah rasanya menjadi orang Kristen? Itulah pertanyaan yang dijawab oleh Rasul Paulus dalam pasal 12 dan 13 suratnya kepada jemaat di Roma. Ini merupakan penjelasan paling lengkap dalam seluruh Alkitab mengenai apa artinya menjadi pengikut Yesus Kristus.
Mengikuti Kristus bukan berarti hanya mengganti daftar “jangan lakukan ini” yang lama dengan daftar baru. Orang-orang yang pikirannya telah diperbarui oleh Allah melalui iman yang menghidupkan di dalam Kristus Yesus telah dibebaskan dari nilai-nilai dan standar palsu yang dulu pernah mengikat mereka. Mereka yang mengikuti Kristus bebas untuk mengasihi dan menyembah Allah, dengan menghidupi iman mereka yang berpusat pada Kristus.
Ketika Paulus berbicara tentang ibadah, ia tidak sedang membayangkan altar yang megah, jendela kaca patri, atau musik organ yang menggema. Ia bahkan tidak sedang memikirkan sistem kurban di zaman dahulu, saat darah mengalir di atas batu sebagai lambang persembahan manusia kepada Allah. Paulus berbicara tentang persembahan sejati, yaitu ketika seseorang mempersembahkan dirinya secara penuh dan sukarela kepada Allah—persembahan yang mungkin dan layak diterima karena Kristus sendiri telah lebih dulu mempersembahkan diri-Nya untuk kita.
Namun Allah tidak memaksakan hal ini kepada siapa pun. Dia mengajak. Dia mengajak melalui Paulus, dan Dia mengajak Anda hari ini melalui saya. Kasih karunia Allah tersedia untuk semua orang. Termasuk untuk Anda. Allah mengutus Anak-Nya untuk mencari dan menyelamatkan Anda. Dalam Kristus, Allah ada di pihak Anda.
Dia siap memberikan Anda hidup yang baru dan merdeka melalui iman kepada Yesus. Itulah kemurahan-Nya. Maka, dengan semua kemurahan itu di hadapan Anda, jangan ragu untuk mempersembahkan hidup Anda sebagai persembahan yang hidup kepada Allah.
Jadi, apa artinya menjadi orang Kristen?
Itu berarti mengenal dan menerima pengampunan dari Allah, yang telah diperoleh untuk Anda oleh Yesus melalui kehidupan-Nya, kematian-Nya di kayu salib, dan kebangkitan-Nya dari kematian. Yang lama sudah berlalu—yang baru telah datang. Dan semuanya adalah karunia dari Allah (lihat Efesus 2:8).
Rasul Paulus menuliskannya seperti ini dalam Roma 6:5-11:
“Sebab jika kita telah menjadi satu dengan Kristus dalam kematian-Nya, kita pasti juga akan menjadi satu dengan Dia dalam kebangkitan-Nya. Karena kita tahu, manusia lama kita telah disalibkan bersama Dia supaya tubuh dosa kita dibinasakan, agar kita tidak lagi menjadi hamba dosa. Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa. Jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya bahwa kita pun akan hidup bersama dengan Dia. Kita tahu bahwa Kristus, setelah dibangkitkan dari kematian, tidak akan mati lagi; maut tidak berkuasa lagi atas-Nya. Sebab kematian yang Dia mati, Dia mati terhadap dosa satu kali untuk selama-lamanya; tetapi hidup-Nya adalah hidup bagi Allah. Demikian juga kamu: anggaplah dirimu mati terhadap dosa tetapi hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.”
______________
KITA BERDOA:
Bapa Surgawi, bangkitkanlah kami dalam hidup yang baru di dalam Anak-Mu. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.
Sumber: “Definitely Different” oleh Pdt. Dr. Oswald Hoffmann, mantan pembicara The Lutheran Hour.
Pertanyaan Refleksi:
1. Apa lima ciri (atau lebih) yang seharusnya dimiliki orang Kristen?
2. Apa yang paling menarik dari Yesus menurutmu?
3. Ungkapan “Orang Kristen hidup di dunia tetapi bukan berasal dari dunia ini”—apa artinya bagimu?
