Allah Telah Berbicara Melalui Para Nabi

Berikut ini terjemahan lirik lagu pujian “God Has Spoken by His Prophets,” nomor 583 di Lutheran Service Book.

“Allah sedang berbicara melalui Roh-Nya, berbicara kembali ke hati kita, dalam Firman yang tak lekang oleh waktu menyatakan pesan-Nya sendiri, kini seperti dahulu. Di tengah naik turunnya bangsa-bangsa, iman yang teguh tetap berdiri; Allah tetap ada, Firman-Nya tak berubah; Allah yang awal, dan Allah yang akhir.”

“oleh firman TUHAN langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya seluruh tentaranya” (Mazmur 33:6). Setelah itu, firman dari Allah terus disampaikan. Dia berbicara kepada manusia yang diciptakan dan dikasihi-Nya. Allah berbicara dengan Adam dan Hawa di Eden, tetapi setelah mereka tidak taat kepada-Nya, mereka tidak mau lagi mendengar suara-Nya dan bersembunyi dari-Nya. Allah menegur mereka dengan kata-kata penghakiman dan memberikan kata-kata janji serta pengharapan. Allah berbicara kepada Abraham dan membuat perjanjian dengannya, bahwa melalui salah satu keturunannya, semua bangsa di bumi akan diberkati. Allah terus berbicara. Dia berbicara kepada Musa—Alkitab mengatakan—seperti seorang sahabat berbicara kepada sahabatnya. Allah berbicara melalui para nabi dan berjanji akan mengutus Yang Diurapi-Nya, Yesus Sang Mesias. Berulang kali dalam Perjanjian Lama terdengar seruan: “Beginilah firman TUHAN!”

Ketika waktunya telah genap, Allah berbicara melalui Anak-Nya, seperti dijelaskan oleh penulis Surat kepada orang Ibrani: “Pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, tetapi pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya” (Ibrani 1:1-2a). Firman Allah, Firman yang kekal, yang adalah Allah, menjadi manusia dan lahir di antara kita. Melalui perkataan dan karya-Nya yang penuh kuasa, Yesus Sang Firman memberitakan Kerajaan Allah. Ketika Yesus dimuliakan di atas gunung, Bapa memberi kesaksian tentang Anak yang dikasihi-Nya, berkata kepada para murid, “Dengarkanlah Dia” (Matius 17:5b). Sebagai manusia berdosa, kita tidak selalu mendengarkan seperti seharusnya. Kita berpaling dari kehendak Allah untuk berjalan menurut jalan kita sendiri yang egois. Yesus, Firman yang menjadi manusia, mati di kayu salib untuk menebus dosa kita. Lalu, dengan kata-kata yang memecahkan keheningan pagi Paskah pertama, seorang malaikat menyampaikan kabar baik: “Ia telah bangkit!” Kematian telah dikalahkan. Dosa-dosa kita telah diampuni. Beginilah firman TUHAN!

Allah masih berbicara kepada kita melalui Kitab Suci, “dalam Firman yang tak lekang oleh waktu menyatakan pesan-Nya sendiri, kini seperti dahulu.” Rasul Paulus mengingatkan kita, “‘Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu.’ Itulah firman iman yang kami beritakan” (Roma 10:8b). Allah, yang berbicara kepada kita melalui Firman-Nya, secara tepat menggambarkan diri-Nya dengan huruf-huruf alfabet. Dia adalah yang awal dan yang akhir, Alfa dan Omega, A sampai Z dari iman dan hidup kita. Dia adalah segalanya bagi kita, dan di setiap kesempatan kita rindu untuk mendengar dan membaca Firman-Nya yang kekal dan tak berubah.

KITA BERDOA: Ya Allah, aku senang mendengar Engkau berbicara melalui Firman-Mu yang kudus. Amin.

Renungan Harian ini ditulis oleh Dr. Carol Geisler. Berdasarkan lagu pujian “God Has Spoken by His Prophets,” nomor 583 di Lutheran Service Book.

Pertanyaan Refleksi:

  1. Bagaimana Allah berbicara kepada kita saat ini?
  2. Di manakah tempat paling pasti kita dapat menemukan Allah berbicara kepada kita?
  3. Apakah saudara meluangkan waktu setiap hari untuk bersekutu dengan Allah? Bagaimana saudara menetapkan waktu khusus setiap harinya?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Scroll to Top