TETAP TEGUH

Mazmur 121:2-4 

2 Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. 

3 Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap. 

4 Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel.

Kita sangat mudah tersandung dan jatuh. Hampir semua orang pernah mengalaminya, mungkin bahkan lebih dari sekali. Kita jatuh—mudah-mudahan tidak sampai terluka—lalu secara refleks melihat sekeliling, takut kalau ada orang yang melihat kejadian memalukan itu. Kadang kita jatuh karena tubuh sudah tidak sekuat dulu atau karena cedera. Kadang justru karena permukaan tanahnya sendiri—jalan retak, trotoar yang tidak rata, atau lantai yang licin. Tidak dibutuhkan banyak hal untuk membuat kita jatuh.

Hal yang membuat kita “terjatuh” tidak hanya secara fisik. Dalam hidup, ada hal-hal yang bisa mengguncang kita, walau tubuh kita tetap berdiri. Berita buruk, hasil pemeriksaan medis yang menakutkan, kehilangan orang yang kita sayangi, atau rasa takut yang besar bisa membuat kita merasa tidak stabil. Bahkan iman kita pun bisa goyah. Kadang kita juga “tersandung” secara rohani—langkah kita menjauh dari kehendak Tuhan. Kita merasa mampu menjaga diri sendiri, lalu memilih jalan kita sendiri, bukan mengikuti Tuhan. Dalam Firman-Nya, Tuhan sudah mengingatkan: “Sebab itu siapa yang menyangka bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh” (1 Korintus 10:12). Tidak heran kejatuhan Adam dan Hawa di taman Eden sering disebut sebagai “kejatuhan.”

Apa pun masalah atau godaan yang membuat kita goyah, kita punya Penolong yang menjaga kita tetap kuat. Pemazmur tahu betul: “Pertolonganku datang dari TUHAN, yang menciptakan langit dan bumi. Dia tidak akan membiarkan kakimu goyah.” Tuhan mengutus Yesus untuk menyelamatkan kita, mengangkat kita dari “kejatuhan” dalam dosa—sesuatu yang dialami semua orang. Dengan taat pada kehendak Bapa-Nya, Yesus berjalan di jalan yang sudah ditetapkan untuk-Nya. Saat waktu kematian-Nya semakin dekat, Ia melangkah mantap menuju Yerusalem. Dia dijatuhi hukuman mati, tersandung dan jatuh di bawah beban salib-Nya. Di atas salib, Dia menanggung hukuman yang seharusnya kita terima—untuk semua dosa kita, untuk iman yang pernah goyah, dan untuk setiap langkah yang salah dan menyimpang.

Pada hari Paskah pertama, Yesus bangkit dari kematian sebagai pemenang atas dosa, maut, dan Iblis. Karena kasih karunia Tuhan, melalui iman kepada Yesus yang disalibkan dan bangkit itu, semua dosa kita diampuni. Sekarang, dengan pertolongan Roh Kudus, kita bisa berdiri teguh dalam iman. Pertolongan kita datang dari Tuhan. Walaupun kita mungkin jatuh, kasih dan anugerah-Nya selalu mengangkat kita kembali.

DOA: Tuhan dan Juruselamatku, ampunilah semua dosaku dan tolong aku untuk tetap berdiri teguh dalam iman. Amin.

Pertanyaan Refleksi:

  1. Hal apa yang sering tiba-tiba membuat saudara goyah?
  2. Bagaimana kesombongan kita bisa membuat kita menjauh dari Tuhan?
  3. Bagaimana cara kita melindungi diri supaya tidak mudah jatuh ke dalam godaan?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Scroll to Top