Yesus Menerima Orang Berdosa

Berikut terjemahan dari lirik lagu pujian “Jesus Sinners Doth Receive” (Lutheran Service Book nomor 609).

“Domba yang tersesat dari kandang,
Tak pernah ditinggalkan gembala sejati;
Jiwa-jiwa letih yang kehilangan jalan,
Kristus, Sang Gembala, merengkuh dengan lembut,
Dalam pelukan-Nya supaya mereka hidup.
Yesus menerima orang berdosa.

“Aku, seorang berdosa, datang kepada-Mu
Dengan pengakuan yang penuh penyesalan.
Juruselamat, tunjukkan belas kasih-Mu kepadaku;
Ampunilah semua dosaku.
Biarlah kata-kata ini menenangkan jiwaku:
Yesus menerima orang berdosa.”

Bertobat dari dosa bukanlah hal yang mudah, dan tentu saja tidak menyenangkan. Kita sering keras kepala, enggan mengakui bahwa kita telah berbuat salah. Kadang kita berani menatap sebentar ke “cermin terangnya” Hukum Tuhan, tapi segera berpaling sambil menenangkan diri dengan pikiran: “Masih banyak orang lain yang lebih berdosa dari aku.” Kita mencari-cari alasan untuk membenarkan pikiran, perkataan, atau tindakan kita yang berdosa. Ada juga saat kita takut mengakui kesalahan karena khawatir bagaimana reaksi Tuhan. “Bagaimana kalau aku sudah terlalu jauh tersesat? Akankah Dia menghukumku? Masih maukah Dia menerimaku kembali?”

Firman Tuhan dengan jelas meyakinkan kita bahwa Dia sungguh-sungguh mau kita kembali. Ia menanti dengan rindu untuk mengampuni:

“Tetapi sekarang juga,” demikianlah firman TUHAN, “berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan mengaduh; koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu.” Berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman yang hendak didatangkan-Nya (Yoel 2:12-13).

Pertobatan memang penuh dengan dukacita dan hati yang hancur, tetapi Tuhan itu penuh kasih dan belas kasihan. Roh Kudus bekerja melalui Firman-Nya, memanggil kita untuk bertobat lewat Firman yang dengan jelas menunjukkan dosa kita. Namun melalui Kabar Baik (Injil), Roh Kudus menyatakan Allah yang penuh kasih karunia dan siap sedia mengampuni.

Kita memiliki bukti yang pasti tentang kasih karunia dan kasih setia Allah dalam pengorbanan Anak-Nya, Yesus Kristus. Yesus menanggung dosa dan kesalahan kita—semua pikiran, perkataan, dan perbuatan berdosa yang memisahkan kita dari Allah. Yesus, yang sama sekali tidak berdosa, menanggung hukuman mati yang sebenarnya pantas kita terima. Dia merasakan penghakiman Allah yang seharusnya menimpa kita.

Nyanyian pujian ini mengingatkan kita pada kasih Sang Gembala yang mencari dan menyelamatkan:

“Jiwa-jiwa letih yang tersesat, Kristus Sang Gembala menggendong dengan lembut di dalam pelukan-Nya supaya mereka hidup.”

Sejak awal pelayanan-Nya, Yesus memanggil semua orang untuk bertobat:

“Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil” (Markus 1:15).

Kita mendengarnya langsung dari mulut Sang Gembala: Bertobatlah dan percayalah kepada Kabar Baik. Gembala yang Baik mengasihimu. Dia mau engkau kembali.

KITA BERDOA: Tuhan, kasihanilah aku dan ampunilah dosaku. Amin.

Renungan Harian ini ditulis oleh Dr. Carol Geisler, berdasarkan lagu pujian “Jesus Sinners Doth Receive” (Lutheran Service Book nomor 609).

Pertanyaan Refleksi:

  1. Bagaimana saudara bisa tahu kalau saudara mulai mencari-cari alasan untuk menutupi dosamu? Apa yang bisa saudara lakukan untuk melawannya?
  2. Bagaimana Yesus menuntun kita kembali kepada-Nya ketika kita tersesat dalam dosa?
  3. Mengapa pertobatan begitu penting dalam hidup orang Kristen? Mengapa Yesus memberi penekanan kuat tentang pertobatan yang dihubungkan dengan menerima dan percaya kepada Injil?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Scroll to Top