
Mazmur 119:35-37
35 Biarlah aku hidup menurut petunjuk perintah-perintah-Mu, sebab aku menyukainya.
36 Condongkanlah hatiku kepada peringatan-peringatan-Mu, dan jangan kepada laba.
37 Lalukanlah mataku dari pada melihat hal yang hampa, hidupkanlah aku dengan jalan-jalan yang Kautunjukkan!
Hal-hal apa saja yang tidak bernilai (sia-sia) sering menarik perhatianmu? Dunia tempat kita hidup ini, dengan segala tuntutan hidup setiap hari, terus-menerus menuntut perhatian kita. Banyak dari hal-hal itu memang penting—misalnya keluarga, pekerjaan, dan kesibukan pelayanan di gereja. Semua itu adalah pemberian dari Allah dan dilakukan untuk melayani-Nya. Namun ada juga hal-hal sia-sia yang sama kuatnya menuntut perhatian kita.
Kita sering tertarik pada pesan dan video di media sosial. Kita bisa terdistraksi dengan berita—baik online, televisi, maupun koran. Kita mencari orang yang sependapat dengan kita, lalu senang berdebat dengan yang berbeda pendapat. Bahkan, kita bisa terlibat dalam hal-hal yang dilarang Tuhan. Kita tahu banyak dari yang kita lihat itu tidak bernilai, tetapi dalam kelemahan dosa kita, kita tetap tertarik. Kita sulit mengalihkan pandangan.
Pemazmur juga sadar bahwa ia butuh pertolongan—sama seperti kita. Dalam ayat-ayat ini, ia memohon pertolongan Tuhan untuk menolongnya berpaling dari hal-hal sia-sia yang bisa menjauhkan dia dari Allah dan firman-Nya. Ia berseru: “Bawalah aku … condongkanlah hatiku … alihkanlah mataku … hidupkanlah aku.” Kata-kata ini juga membentuk doa kita. Kita berdoa supaya Tuhan menuntun kita berjalan di jalan yang benar, jalan yang ditetapkan firman-Nya. Saat tergoda oleh keinginan diri, kita minta Tuhan mengarahkan hati kita kepada firman-Nya. Saat sulit melepaskan pandangan dari hal-hal sia-sia, kita memohon Roh Kudus menolong kita mengalihkan mata. Kita ingin melihat pada anugerah Allah, pada orang-orang yang dipanggil untuk kita layani, dan pada keindahan serta kemuliaan ciptaan-Nya. Kita berdoa supaya Allah memberi hidup baru—hidup penuh damai, pengharapan, pelayanan kepada-Nya—yang terus berlanjut sampai kekekalan.
Apakah Tuhan mau menolong kita? Apakah Dia benar-benar mau menuntun, mengarahkan hati, mengalihkan mata, dan memberi hidup? Ya, tentu! Karena dalam kasih dan anugerah-Nya, Ia sudah mengarahkan hati Bapa-Nya untuk menyelamatkan kita. Ia menuntun Anak-Nya sendiri berjalan di jalan salib. Yesus menanggung hukuman dosa kita, termasuk semua cara kita sibuk dengan hal-hal sia-sia. Pada hari ketiga setelah kematian-Nya, Bapa memberikan hidup kepada Yesus. Hidup dan kemenangan itu kini diberikan juga kepada kita.
Allah menuntun kita mengikuti jejak Yesus. Ia mengarahkan hati kita untuk bersukacita dalam firman-Nya. Mintalah pertolongan Tuhan—Ia pasti akan mengarahkan mata dan hati kita pada hal-hal yang benar-benar bernilai.
DOA: Tuhan, tuntunlah aku untuk bersukacita dalam firman-Mu dan alihkan mataku kepada hal-hal yang benar-benar bernilai. Amin.
Renungan Harian ini ditulis oleh Dr. Carol Geisler.
Pertanyaan Refleksi:
- Hidup penuh dengan banyak pilihan. Apa hal favorit yang paling saudara sukai untuk dilakukan?
- Bagaimana caramu menjaga perspektif saat perhatianmu tertarik oleh hal-hal duniawi?
- Allah tahu semua dosa yang membuat kita terjerat. Luangkan waktu sejenak untuk berdoa tentang hal-hal itu dalam hidupmu.
