Dipelihara dengan Aman

Mazmur 121:5–7

5 TUHANlah Penjagamu, TUHANlah naunganmu di sebelah tangan kananmu. 

6 Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam. 

7 TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu.

Raja-raja Persia kuno memiliki pasukan pengawal pribadi yang dikenal dengan sebutan Sepuluh Ribu Orang Abadi. Tentu saja, para prajurit itu bukan benar-benar abadi. Namun setiap kali ada yang gugur, segera digantikan oleh yang baru, sehingga tampak seolah mereka tidak pernah berkurang — seperti pasukan yang tak bisa mati.

Kita tidak membutuhkan sepuluh ribu pengawal untuk menjaga kita dari kejahatan. Kita hanya membutuhkan satu Penjaga — dan Ia benar-benar abadi. “Tuhanlah penjagamu.” Dialah pelindung pribadi kita, perisai yang menjaga hidup kita. Pemazmur juga berkata, “Tuhan adalah naunganmu di sebelah tangan kananmu.” Mungkin kita jarang memikirkan pentingnya perlindungan dari teriknya matahari, tetapi di tanah gurun, naungan berarti keselamatan dan tempat beristirahat yang sangat berharga. Tuhan menyediakan perlindungan dan keteduhan itu bagi kita.

“Tuhan akan menjaga engkau terhadap segala kejahatan.” Dalam Doa Bapa Kami, kita pun memohon, “Lepaskanlah kami dari yang jahat.” Tapi apakah bentuk kejahatan yang mengancam kita? Dunia di sekitar kita memang masih penuh dengan hal-hal yang baik — rumah, keluarga, sahabat, dan keindahan ciptaan Tuhan. Namun kita tidak bisa menutup mata bahwa kejahatan tetap ada: kekerasan, kejahatan, peperangan, dan pertikaian yang menodai ciptaan Allah. Kadang kejahatan itu terasa sangat dekat. Kegelapan dunia ini hanyalah cerminan dari kejahatan rohani yang bekerja di baliknya.

“Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh.” (1 Petrus 5:8–9). Sama seperti Yesus menolak godaan Iblis, kita pun melawannya dengan pertolongan Roh Kudus. Kita berdiri teguh dalam iman, dijaga aman oleh Tuhan — Penjaga dan Naungan kita.

Tuhan memelihara kita karena Yesus sendiri pernah membiarkan diri-Nya dikuasai oleh kegelapan dan kejahatan. Ia mati di kayu salib, menanggung hukuman dosa kita dan seluruh kejahatan dunia. Ia dikuburkan dalam kegelapan kubur. Namun pada hari ketiga, Ia bangkit dengan kemenangan atas dosa, maut, dan Iblis. Maka ketika kita berdoa, “Lepaskanlah kami dari yang jahat,” kita tahu bahwa doa itu sudah dijawab — bahkan sebelum kita mengucapkannya.

Dengan iman kepada Kristus yang tersalib dan bangkit, Penjaga dan Naungan kita, kita dapat berkata seperti rasul Paulus:
“Tuhan akan melepaskan aku dari setiap perbuatan jahat dan akan membawa aku dengan selamat ke dalam Kerajaan-Nya yang sorgawi. Bagi-Nya kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.” (2 Timotius 4:18)

KITA BERDOA: Tuhan, lepaskanlah aku dari yang jahat dan peliharalah aku dalam kasih-Mu. Amin.

Renungan Harian ini ditulis oleh Dr. Carol Geisler.

Pertanyaan Refleksi:

  1. Mengapa kita memerlukan Penjaga dan Pelindung dalam hidup ini?
  2. Kapan terakhir kali saudara merasakan perlindungan dan pertolongan Tuhan secara nyata?
  3. Bagaimana kita tahu bahwa Yesus sudah menang atas dosa, maut, dan Iblis?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Scroll to Top