Bergumul dengan Allah

Kejadian 32:22a, 23b, 24–30

22 Pada malam itu Yakub bangun dan ia membawa kedua isterinya dan menyeberang di tempat penyeberangan sungai Yabok.

23 ……….. ia menyeberangkan juga segala miliknya. 

24 Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing. 

25 Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu.

26 Lalu kata orang itu: “Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing.” Sahut Yakub: “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.”

27 Bertanyalah orang itu kepadanya: “Siapakah namamu?” Sahutnya: “Yakub.” 

28 Lalu kata orang itu: “Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.” 

29 Bertanyalah Yakub: “Katakanlah juga namamu.” Tetapi sahutnya: “Mengapa engkau menanyakan namaku?” Lalu diberkatinyalah Yakub di situ.

30 Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: “Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!”

Yakub sendirian dan ketakutan. Esok hari ia akan bertemu dengan Esau—saudaranya yang pernah ia tipu bertahun-tahun lalu—dan kini mungkin datang untuk membalas dendam dengan membunuh seluruh keluarganya.

Di tengah kegelapan malam itu, Allah datang dan bergulat dengan Yakub. Kemungkinan besar ini adalah Yesus sendiri dalam salah satu penampakan-Nya di Perjanjian Lama. Mereka bergulat sepanjang malam. Mengapa? Kita tidak tahu pasti. Mungkin itu adalah bentuk belas kasihan. Dalam keadaan seperti Yakub—penuh rasa bersalah dan ketakutan—pergumulan itu mungkin justru menjadi berkat. Setidaknya, itu membuat pikirannya teralihkan dari rasa takut dan penyesalan.

Pertarungan itu berlangsung hingga pagi. Bukan karena Yakub begitu kuat—buktinya, lawannya cukup menyentuh sendi pangkal pahanya, dan Yakub pun terkilir. Sekarang ia tak berdaya, hanya bisa berpegang pada Allah. Kau tak bisa lagi bertarung dengan pangkal paha yang terpelecok!

Namun Yakub memang keras kepala. Ia berkata, “Aku tidak akan membiarkan Engkau pergi, jika Engkau tidak memberkati aku.” Aku hampir bisa membayangkan Yesus tersenyum mendengarnya. Tapi Ia tidak menolak. Ia justru memberkati Yakub—memberinya nama baru: Israel, dan berkata, “Engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.”

Apa yang sebenarnya dimenangkan Yakub? Sebuah nama baru. Sebuah kisah yang luar biasa. Dan sebuah pincang yang akan selalu mengingatkannya pada perjumpaannya dengan Allah. Tapi lebih dari itu—ia menerima berkat Allah. Sebab Yakub, si penipu, akhirnya belajar untuk berpegang teguh pada Allah dalam iman, bahkan di malam paling menakutkan dalam hidupnya. Esok hari, bukan kekuatan Yakub yang akan melindungi keluarganya, melainkan Allah yang akan melunakkan hati Esau.

Akan ada malam-malam dalam hidup kita ketika kita pun harus bergumul dengan Allah—malam ketika kita hanya bisa menangis dan berseru kepada-Nya dalam ketakutan dan rasa sakit. Tapi tidak apa-apa. Sebab ketika kita bergumul dengan Allah, kita mungkin “kalah,” tetapi sesungguhnya kita juga menang. Kita menang karena akhirnya kita berpegang kepada Pribadi yang sanggup menyelamatkan kita, apa pun yang terjadi—Dia yang rela menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib untuk menebus kita, dan yang telah bangkit dari kematian untuk menjadi hidup kita selamanya.

KITA BERDOA: Tuhan Yesus yang penuh kasih, setiap kali aku bergumul dengan-Mu, Engkau selalu mengubahnya menjadi berkat. Terima kasih. Amin.

Renungan Harian ini ditulis oleh Dr. Kari Vo.

Pertanyaan Refleksi:

  1. Apakah saudara memiliki pengalaman atau keterampilan dalam olahraga gulat atau bela diri?
  2. Mengapa Yakub tetap berpegang pada Allah padahal ia sudah kalah dalam pertarungan?
  3. Kapan saudara pernah merasa bergumul dengan Allah dalam hidupmu? Siapa yang akhirnya “menang,” dan bagaimana caranya?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Scroll to Top