Nilai dari Alkitab

2 Timotius 3:14–4:5

14 Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.

15 Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.

16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

17 Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

2 Timotius 4:5

Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!

Aku sangat bersyukur karena pernah menerima sebuah Alkitab ketika masih kecil. Keluargaku jarang sekali pergi ke gereja, dan sebenarnya aku hampir bisa dibilang hidup seperti orang yang tidak mengenal Tuhan di zaman modern ini. Tapi aku sangat suka membaca buku—dan godaan untuk membaca sebuah buku tebal begitu kuat. Jadi aku mulai diam-diam mengunci diri di kamar mandi setiap malam untuk membaca Alkitab. Sebelum aku sampai ke bagian Mazmur, aku sudah menjadi seorang percaya. Meskipun butuh waktu tiga tahun sebelum aku akhirnya dibaptis, aku sudah mengenal Yesus dan mengasihi-Nya sepenuh hati. Hadiah berupa satu Alkitab itu mengubah hidupku untuk selamanya.

Paulus tahu betapa besar kuasa Firman Allah untuk mengubah hati dan memberi hidup yang baru. Bahkan di balik pintu kamar mandi yang terkunci pun, Roh Kudus sanggup menjamah orang-orang yang paling tidak terduga—membawa mereka kepada Juruselamat yang begitu mengasihi mereka hingga rela menyerahkan nyawa-Nya untuk menebus mereka kembali kepada Allah. Dari situ mereka akan belajar bagaimana Yesus bangkit dari antara orang mati, dan bagaimana Ia juga akan membangkitkan kita, sesuai dengan janji-Nya—setiap orang yang percaya kepada-Nya. Selama pesan itu terus disampaikan, akan selalu ada telinga yang mendengarkan—dan hati yang percaya.

Bagaimana dengan saudara? Apakah saudara secara teratur mendengar atau membaca Firman Tuhan? Apakah saudara memberi kesempatan bagi orang-orang yang saudara kasihi untuk mendengar Injil—melalui bacaan, percakapan, lagu, atau bahkan video? Betapa luar biasanya anugerah ini: Allah memberikan kita Firman-Nya sendiri, suara-Nya sendiri, supaya kita dapat mengenal Pribadi yang paling mengasihi kita—Dia yang datang ke dunia untuk menyelamatkan kita dan membawa kita pulang kepada-Nya sebagai anak-anak-Nya sendiri. Terima kasih, Tuhan!

KITA BERDOA:


Bapa yang penuh kasih, terima kasih karena Engkau telah memberikan kami Alkitab, dan untuk setiap orang yang setia membagikan kabar Injil-Mu dalam berbagai cara. Amin.

Renungan Harian ini ditulis oleh Dr. Kari Vo.

Pertanyaan Refleksi:

  1. Apakah saudara mengalami kesulitan untuk membaca atau mendengarkan Firman Tuhan? Dalam hal apa?
  2. Bagaimana saudara bisa mencari bantuan untuk mengatasi kesulitan itu?
  3. Bagian mana dari Alkitab yang paling saudara sukai, dan mengapa?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Scroll to Top