
Kisah Para Rasul 2:14a, 22b-24, 31b-36
14 Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.
22 ………. ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu.
23 Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.
24 Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.
31 ……………. bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan.
32 Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.
33 Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini.
34 Sebab bukan Daud yang naik ke sorga, malahan Daud sendiri berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku:
35 Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu.
36 Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.”
Setiap tahun saat saya membaca bagian ini, saya selalu kagum melihat betapa banyak perubahan yang terjadi pada Petrus. Dua bulan sebelumnya, dia menyangkal Yesus dan berpura-pura tidak mengenal-Nya—karena takut akan nyawanya. Sekarang, Petrus berdiri di hadapan kerumunan orang—beberapa di antaranya mungkin memusuhinya—dan ia tidak menyembunyikan apa pun. Ia menyampaikan dengan terus terang siapa Yesus itu—bahwa Dia disalibkan meskipun tidak bersalah; bahwa Allah telah membangkitkan-Nya dari kematian; bahwa sekarang Dia duduk di sebelah kanan Allah dengan segala kuasa dan otoritas; dan bahwa Dia telah mencurahkan Roh Kudus.
Kalau dipikir-pikir, hanya dengan mengatakan satu saja dari hal-hal itu, Petrus bisa saja dibunuh! Dan saya yakin di sekitar situ pasti ada banyak batu, jika orang banyak itu ingin merajamnya. Jadi apa yang terjadi dengan Petrus?
Tentu saja jawabannya adalah karena Roh Kudus! Dia adalah Allah sendiri yang datang untuk tinggal di dalam setiap orang yang percaya kepada Yesus; dan Dia dapat mengubah seorang pendosa penakut seperti Petrus menjadi saksi Kristus tanpa kesulitan sedikit pun. Dia bisa memakai sekelompok orang biasa seperti orang-orang Kristen pertama dan menjadikan mereka alat untuk mengguncang dunia dengan kabar keselamatan dari kasih Allah. Dan Dia bisa memakai orang-orang seperti kita, dengan segala kelemahan dan luka kita, dan menjadikan kita anak-anak Allah, percaya kepada Yesus dan menjadi terang yang diutus-Nya ke dalam dunia yang gelap hingga saat ini.
Saya sangat bersyukur Yesus mengutus Roh Kudus kepada kita. Apa jadinya saya tanpa-Nya?
KITA BERDOA:
Tuhanku, terima kasih karena Engkau datang dan tinggal di dalam kami. Teruslah bekerja dalam diriku agar aku dapat percaya kepada Yesus dengan segenap hati. Amin.
Devosi Harian ini ditulis oleh Dr. Kari Vo.
Pertanyaan Refleksi:
- Apa yang saudara ketahui tentang Roh Kudus? Seperti apakah Dia menurutmu?
- Mengapa menurutmu Allah memilih untuk tinggal begitu dekat dengan kita, bahkan hingga tinggal di dalam diri kita?
- Ketika saudara takut atau sedang menghadapi masalah, bagaimana Roh Kudus menolongmu?
