Mari dan Lihat

Mari dan Lihat

5 Pergilah dan lihatlah pekerjaan-pekerjaan Allah; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia:
6 Ia mengubah laut menjadi tanah kering, dan orang-orang itu berjalan kaki menyeberangi sungai. Oleh sebab itu kita bersukacita karena Dia,
7 yang memerintah dengan perkasa untuk selama-lamanya, yang mata-Nya mengawasi bangsa-bangsa. Pemberontak-pemberontak tidak dapat meninggikan diri.

Pemazmur mengundang siapa pun yang mau mendengar: “Mari dan lihatlah apa yang telah diperbuat Allah!”Ia ingin semua orang tahu tentang perbuatan dahsyat Allah terhadap umat manusia—bagaimana Allah bertindak dalam sejarah untuk menyelamatkan umat-Nya. Dengan tindakan penuh kuasa, Allah membebaskan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir. Ia membelah Laut Teberau agar umat-Nya bisa menyeberang dengan aman di tanah yang kering, bebas dari kejaran pasukan Firaun. Bertahun-tahun kemudian, Allah juga menahan aliran Sungai Yordan agar umat-Nya bisa menyeberangi menuju Tanah Perjanjian. Di sanalah umat-Nya bersukacita atas karya keselamatan Allah yang berkuasa selamanya.


Perbuatan-perbuatan ajaib itu membuahkan kebebasan dari perbudakan bagi bangsa Israel dan membuka kehidupan baru di Tanah Perjanjian. Berabad-abad kemudian, di tanah yang sama, seorang malaikat menyampaikan undangan serupa untuk melihat apa yang telah diperbuat Allah. Kali ini, perbuatan Allah tidak kalah dahsyat—peristiwa sejarah yang penuh kuasa, yang juga menghasilkan kebebasan dan hidup yang baru.


Malaikat itu mengundang beberapa wanita yang terkejut dan ketakutan untuk melihat apa yang telah Allah lakukan: Yesus Kristus telah bangkit dari kematian! Malaikat itu memanggil mereka untuk melihat ke dalam kubur kosong—yang tidak lagi berisi tubuh Tuhan yang telah disalibkan dan kini telah bangkit: “Mari, lihatlah tempat Ia dibaringkan” (Matius 28:6b).

Kemudian malaikat itu mengutus mereka:

“Lalu segeralah pergi dan katakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati” (Matius 28:7a). Undangan dari pemazmur dan dari malaikat itu berlaku juga bagi kita. Dalam Kitab Suci, kita dapat melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan Allah yang ajaib.

Dengan mata iman, kita telah melihat kubur kosong, dan kita percaya bahwa Tuhan kita telah bangkit dari antara orang mati. Karena anugerah Allah yang limpah, melalui iman kepada Yesus, kita telah dibebaskan dari perbudakan dosa. Dalam air Baptisan Kudus, Allah menahan “banjir maut” dan menciptakan kita sebagai umat-Nya yang baru. Melalui iman, kita telah berpindah dari perbudakan menuju kemerdekaan, dari maut menuju hidup. Dan suatu hari nanti, Tuhan akan memimpin kita masuk dengan selamat ke dalam Tanah Perjanjian yang sejati, yaitu kehadiran-Nya yang kekal.

Allah telah memberi kita undangan yang penuh kasih dan perintah yang mendesak: “Mari dan lihatlah. Pergilah dan beritakanlah!” Kita ingin semua orang dapat melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan Allah yang dahsyat. Seperti pemazmur, kita membawa undangan ini kepada dunia:


“Mari dan lihatlah apa yang telah diperbuat Allah!”
______________

KITA BERDOA:
Tuhan, kuatkanlah kami agar bisa mengundang orang lain untuk datang dan melihat perbuatan-Mu yang dahsyat! Amin.

Renungan Harian ini ditulis oleh Dr. Carol Geisler.
______________
Pertanyaan Refleksi:

1. Dari apa saja Tuhan telah membebaskanmu dalam hidup ini?

2. Jika saudara berkata, “Mari dan lihatlah apa yang telah diperbuat Tuhan!”, hal apa yang akan saudara tunjukkan kepada orang lain?

3. Menurutmu, apa perbedaan antara Tanah Perjanjian yang dialami orang Israel dan Tanah Perjanjian kekal yang dijanjikan kepada kita?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Scroll to Top