Perjamuan Perjanjian

Mazmur 111:4-6 

4 Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan-Nya peringatan; TUHAN itu pengasih dan penyayang. 

5 Diberikan-Nya rezeki kepada orang-orang yang takut akan Dia. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya. 

6 Kekuatan perbuatan-Nya diberitakan-Nya kepada umat-Nya, dengan memberikan kepada mereka milik pusaka bangsa-bangsa.

Makanan sering kali menjadi bagian penting dalam perayaan kita. Seseorang yang berulang tahun mungkin berharap ada kue ulang tahun istimewa atau makan siang di restoran favorit. Tamu biasanya disambut dengan hidangan khusus. Pada hari-hari besar seperti Natal, kita menyiapkan kudapan khas. Begitu juga saat Paskah, ada makanan keluarga yang selalu dihidangkan.

Allah menjadikan “perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan peringatan” bagi bangsa Israel. Tuhan menetapkan perayaan-perayaan tahunan yang, dari tahun ke tahun, mengingatkan umat-Nya akan karya-Nya yang besar. Melalui perayaan itu, umat Allah diingatkan akan semua yang telah dilakukan-Nya untuk menyelamatkan mereka. Pesta Paskah adalah peringatan akan karya penyelamatan Allah ketika membebaskan Israel dari perbudakan di Mesir. Pada malam kemerdekaan itu, darah anak domba dioleskan pada ambang pintu rumah orang Israel. Allah melewati rumah-rumah yang bertanda darah itu, sehingga mereka luput dari kematian ketika Ia membinasakan semua anak sulung di Mesir. Setiap tahun, domba-domba kembali dikorbankan dalam perayaan Paskah. Roti tidak beragi dimakan sebagai pengingat bahwa Israel harus segera meninggalkan Mesir tanpa sempat menunggu roti beragi mengembang. Allah berfirman tentang perayaan agung ini: “Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu; kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi TUHAN, turun-temurun sebagai ketetapan untuk selamanya, kamu harus merayakannya” (Keluaran 12:14).

Allah pun memberikan kepada kita sebuah perjamuan peringatan, perayaan perjanjian yang adalah anugerah dan pengampunan-Nya. Pada malam sebelum Ia disalibkan, Yesus makan perjamuan Paskah bersama murid-murid-Nya. Ia memberikan kepada mereka—dan juga kepada kita—suatu perjamuan baru, sebuah santapan kudus yang menjadi peringatan akan karya-Nya yang ajaib, bahkan lebih daripada sekadar peringatan! Yesus adalah Anak Domba Allah yang menyerahkan hidup-Nya sebagai korban untuk membebaskan kita dari perbudakan dosa. Ia adalah Anak Domba yang hidup, yang dalam Perjamuan Kudus memberikan tubuh dan darah-Nya—yang dikaruniakan dan dicurahkan bagi pengampunan dosa kita. Setiap kali kita mengambil bagian dalam perjamuan kudus ini, kita “memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang” (1 Korintus 11:26b). Saat menerima tubuh dan darah Kristus bagi pengampunan dosa, kita mengingat karya-karya-Nya yang ajaib dan pengorbanan-Nya demi menyelamatkan kita. Sama seperti darah anak domba dulu melindungi pintu rumah orang Israel, demikianlah darah Yesus, Anak Domba Allah, kini menaungi dan menandai hidup kita. Dalam Perjamuan Kudus yang kudus ini, Tuhan “memberikan makanan kepada orang-orang yang takut akan Dia; Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya.”

DOA KITA: Yesus, Anak Domba Allah, aku menerima Perjamuan Kudus-Mu dengan syukur dan pujian. Amin.

Renungan Harian ini ditulis oleh Dr. Carol Geisler.

Pertanyaan Renungan:

  1. Makanan apa yang biasanya disiapkan keluarga saudara saat perayaan hari-hari besar?
  2. Mengapa perayaan Paskah begitu penting bagi bangsa Israel?
  3. Apa yang dimaksud dengan Paskah pertama di Mesir sebagai gambaran bagi generasi selanjutnya?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Scroll to Top