
Kolose 2:6-14, 16a, 18-19
6 Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.
7 Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.
8 Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.
9 Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan,
10 dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa.
11 Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa,
12 karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.
13 Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita,
14 dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib:
16 Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu ……………
18 Janganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang yang pura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat, serta berkanjang pada penglihatan-penglihatan dan tanpa alasan membesar-besarkan diri oleh pikirannya yang duniawi,
19 sedang ia tidak berpegang teguh kepada Kepala, dari mana seluruh tubuh, yang ditunjang dan diikat menjadi satu oleh urat-urat dan sendi-sendi, menerima pertumbuhan ilahinya.
Seorang teman pernah memberiku sebuah buku yang katanya pasti akan membuatku tertarik. Isinya penuh dengan cerita tentang penglihatan dan mimpi—tentang “pencerahan mendalam” yang katanya diperoleh lewat teknik meditasi khusus, bahkan melalui obat-obatan. Ada kisah keajaiban yang aneh, dan tentu saja benang merah dari buku itu adalah: semua hal bisa jadi jalan menuju Tuhan.
Saya suka membaca buku, tapi saya harus jujur—buku ini langsung saya daur ulang. Saya tidak tega membiarkannya beredar lagi, apalagi dibaca orang lain yang mungkin justru tertarik dan tersesat dari Kristus. Karena kenyataannya, tidak ada rahasia tersembunyi, tidak ada “jalan khusus” menuju Tuhan, tidak ada teknik apapun yang bisa membuat seseorang melewati Yesus—dan kenapa juga kita ingin melewati-Nya? Bukankah Dia mengasihi kita?
Rasul Paulus menegaskan: “Sebab dalam [Yesus] berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan.” Kalau kita ingin menemukan Tuhan, Yesus-lah tempatnya. Dia adalah Allah sendiri yang datang ke dunia dalam rupa manusia, untuk menyelamatkan kita dari kuasa dosa, maut, dan si jahat. Dia menyerahkan hidup-Nya bagi kita. Bukankah itu kasih yang luar biasa?
Dan Yesus bangkit dari kematian, dan tidak akan mati lagi. Dia adalah Sumber kehidupan kekal bagi siapa pun yang percaya kepada-Nya—bukan lewat filsafat rahasia atau cara mistik tersembunyi. Yesus-lah yang memenuhi kerinduan terdalam kita, karena memang Dia-lah yang kita butuhkan. Kita tidak dibiarkan meraba-raba dalam kegelapan, mencari Tuhan dengan susah payah—Tuhan sendiri yang datang mencari dan menemukan kita sebagai Juruselamat kita.
KITA BERDOA:
Ya Allah, tolong aku agar melihat-Mu di tempat Engkau ingin aku menemukan-Mu—di dalam wajah Yesus. Amin.
Renungan harian ini ditulis oleh Dr. Kari Vo.
Pertanyaan Refleksi:
1. Mengapa menurutmu orang-orang begitu tertarik dengan ajaran atau filosofi yang bersifat rahasia, mistik, atau tersembunyi?
2. Jika Yesus adalah Tuhan, apa yang itu katakan tentang pribadi Allah? Ia seperti apakah sebenarnya?
3. Mengapa Tuhan mau datang ke dunia dan mencari dirimu secara pribadi?
