
Lukas 3:15-18, 21-22
15 Tetapi karena orang banyak sedang menanti dan berharap, dan semuanya bertanya dalam hatinya tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias,
16 Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: “Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
17 Alat penampi sudah di tangan-Nya untuk membersihkan tempat pengirikan-Nya dan untuk mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung-Nya, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.”
18 Dengan banyak nasihat lain Yohanes memberitakan Injil kepada orang banyak.
21 Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit
22 dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”
Dalam bacaan ini, kita mendapatkan dua gambar tentang Yesus. Gambar pertama cukup menakutkan, sejujurnya. Yohanes berbicara tentang Seseorang yang bahkan membuka tali sandal-Nya pun dia tidak layak—Seseorang yang membaptis dengan Roh Kudus dan api. Yesus ini datang untuk menghakimi—”membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung-Nya, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.”
Lukas menyebut ini sebagai kabar baik, tetapi saya sulit merasakannya seperti itu. Karena saya tahu isi hati saya sendiri, dan sebagai manusia yang berdosa, saya merasa lebih mirip debu jerami daripada gandum yang baik. Bagaimana saya bisa berharap untuk bertahan dari penghakiman?
Namun, ada kabar baik dalam bacaan ini, bahkan bagi saya—dan kabar baik itu ada di bagian akhir. Di sana kita mendapatkan gambar kedua tentang Yesus. Lukas menulis, “Ketika seluruh orang banyak telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa …” Tunggu sebentar. Gambar ini tidak menakutkan! Ini menunjukkan Yesus di tengah-tengah orang banyak sebagai salah satu dari mereka—dibaptis seperti mereka, berdoa seperti mereka, seperti saya. Gambar ini menunjukkan Yesus sebagai Imanuel, Allah yang bersama kita, Allah yang datang untuk menyelamatkan kita—bahkan yang paling berdosa dan hancur di antara kita.
Ya, suatu hari nanti kita akan melihat Yesus kembali sebagai Hakim—tetapi hari itu tidak lagi menakutkan bagi kita, karena kita telah melihat Dia datang sebagai Juruselamat kita. Karena Dia disalib demi kita, mati, dan bangkit kembali, kita dapat yakin bahwa setiap orang yang percaya kepada-Nya akan diampuni, disucikan, dan diperbarui. Kita bukan lagi orang berdosa yang ketakutan, tetapi anak-anak Allah, karena apa yang telah Yesus lakukan untuk kita. Dan dengan demikian, Hari Penghakiman menjadi kabar baik bagi kita—karena itu adalah hari ketika Pribadi yang paling kita kasihi datang untuk membawa kita pulang dengan damai.
DOA:
Datanglah segera, Tuhan Yesus! Amin.
Pertanyaan Refleksi:
- Apakah saudara pernah merasa khawatir tentang Hari Penghakiman?
- Apakah kematian dan kebangkitan Yesus bagimu membantu mengatasi ketakutan itu?
- Jika Yesus adalah Imanuel, apa dampaknya bagi ketakutan kita?
