Hari Itu Pasti Segera Tiba

Berikut ini terjemahan lirik lagu berjudul “The Day Is Surely Drawing Near” (Lutheran Service Book  No.508).

“Hari itu pasti segera tiba,

Saat Yesus, Yang Diurapi Allah,

Akan datang dalam kuasa-Nya,

Sebagai Hakim yang ditetapkan Allah.

Maka ketakutan akan menghapuskan tawa,

Dan nyala api akan melalap bumi,

Seperti yang telah lama dinubuatkan Kitab Suci.

“Ya Yesus Kristus, janganlah menunda,

Segerakanlah keselamatan kami;

Kami sering gemetar di jalan hidup ini,

Dalam ketakutan dan penderitaan.

Dengarlah dan kabulkan doa kami yang sungguh-sungguh:


Datanglah, Hakim yang perkasa, dan bebaskanlah kami

Dari dosa dan segala kejahatan.”

“Ya Yesus Kristus, janganlah menunda!” — demikian seruan hati umat percaya di segala zaman. Yesus telah berjanji bahwa Ia akan segera datang kembali. Karena itu kita menanti dengan berjaga-jaga, bertanya-tanya kapan hari itu akan tiba. Kedatangan-Nya akan datang secara tak terduga, seperti pencuri di malam hari. Yesus berkata,

“Karena itu, hendaklah kamu juga siap sedia, sebab Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.” (Matius 24:44)

Selama berabad-abad, orang percaya menantikan kedatangan Yesus dengan penuh harap. Dalam masa perang, penganiayaan, atau penderitaan pribadi, mereka sering berpikir: “Pasti inilah saatnya. Tidak mungkin dunia ini menjadi lebih buruk lagi. Ya Yesus Kristus, janganlah menunda!”

Namun Tuhan masih menunda kedatangan-Nya. Dunia terus terjerumus ke dalam kegelapan dosa, kekerasan, keserakahan, dan penyembahan berhala. Bisakah keadaan menjadi lebih buruk? Sejarah menunjukkan bahwa hal itu memang bisa terjadi. Maka kita pun bertanya, “Mengapa Tuhan menunggu? Mengapa Yesus belum datang untuk menyelamatkan kita dari dosa dan segala kejahatan?”

Kita mungkin tidak mengetahui maksud dan waktu Tuhan yang tersembunyi, tetapi firman-Nya menjelaskan alasannya:

“Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan Allah, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan supaya orang fasik itu berbalik dari jalannya yang jahat dan hidup.” (Yehezkiel 33:11)

Tuhan ingin agar semua orang bertobat dan percaya kepada Injil. Ia sabar,

“karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.” (2 Petrus 3:9)

Allah ingin menyelamatkan manusia, sebab Hari Penghakiman itu pasti akan datang. Ia memanggil orang untuk bertobat dan percaya kepada Kabar Baik bahwa Yesus telah mati di kayu salib untuk menghapus dosa mereka. Namun akan ada orang yang menolak kasih karunia itu—mereka mengeraskan hati, menolak pekerjaan Roh Kudus, dan tidak mau bertobat.

Selama Hari Terakhir itu belum tiba, undangan Tuhan tetap berlaku:

“Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”

Kita dipanggil untuk membawa kabar keselamatan ini ke dunia. Allah ingin semua orang diselamatkan—dan demikian juga kita. Sambil menantikan kedatangan Juruselamat kita dengan penuh kerinduan, marilah kita bersaksi tentang kasih-Nya lewat perkataan dan perbuatan kita, sambil terus berdoa:

“Datanglah, Tuhan Yesus!”

DOA:
Tuhan Yesus, datanglah segera. Amin.

Renungan harian ini ditulis oleh Dr. Carol Geisler,
berdasarkan lagu pujian “The Day Is Surely Drawing Near” (Lutheran Service Book #508).

Pertanyaan Refleksi:

  1. Mengapa penting bagi kita untuk selalu siap menyambut kedatangan Yesus?
  2. Apa yang dapat kita lakukan untuk mempersiapkan diri menyambut kedatangan-Nya?
  3. Bagaimana kita dapat memberitahu orang lain bahwa suatu hari Yesus pasti akan datang kembali?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Scroll to Top