
Korintus 12:12-15, 18, 21-23a, 24b-27
12 Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.
13 Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.
14 Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota.
15 Andaikata kaki berkata: “Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh”, jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?
18 Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya.
21 Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: “Aku tidak membutuhkan engkau.” Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: “Aku tidak membutuhkan engkau.”
22 Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan.
23 Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat,……
24 …….Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus,
25 supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan.
26 Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.
27 Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.
Kadang-kadang pada Minggu pagi, saya suka duduk diam dan melihat semua orang yang berbeda-beda yang membentuk bagian tubuh Kristus di gereja kami di St. Louis. Ada pria yang merekam kebaktian berbahasa Vietnam, dan wanita yang membuat teh serta mengawasi camilan di kelas Alkitab. Di lorong, seseorang sedang mengajar para peserta kelas konfirmasi tahun ini. Di lantai atas berlangsung kebaktian berbahasa Inggris, dengan para musisi, pembaca, pengkhotbah, serta orang-orang yang bertugas menyambut dan mengatur tempat duduk. Di lobi gereja, seseorang sedang berbicara dengan seorang tunawisma yang datang mencari bantuan.
Yang tidak terlihat tetapi sama pentingnya adalah orang-orang yang menyiapkan meja untuk acara minum kopi, demi para anggota yang tidak bisa berdiri terlalu lama, seperti saya. Ada orang-orang yang mengelola bank makanan, dan seorang pria yang setiap minggu menyusun buletin dan surat kabar gereja. Saya tahu ada beberapa orang yang tidak memiliki jabatan resmi, tetapi mereka menjadikan tugas mereka untuk memperhatikan orang lain yang membutuhkan bantuan—mereka yang sakit, mengalami masalah perumahan, atau hanya membutuhkan tumpangan ke gereja atau toko kelontong.
Baik terlihat maupun tidak, inilah orang-orang yang Yesus pilih untuk membentuk tubuh-Nya, gereja, di tempat ini. Mengapa mereka melakukan apa yang mereka lakukan? Karena kasih—karena Yesus telah mengasihi mereka dan memberikan nyawa-Nya untuk menyelamatkan mereka dan menjadikan mereka milik-Nya. Dan sekarang, karena Dia telah bangkit dari kematian, kasih-Nya hidup dalam mereka, dan Roh-Nya menggerakkan mereka untuk melakukan apa yang dibutuhkan oleh gereja dan oleh komunitas yang kami layani. Ini sungguh indah. Dan saudara sebagai anggota tubuh Kristus, adalah bagian darinya.
KITA BERDOA: Tuhan, tunjukkanlah apa yang Engkau ingin aku lakukan dalam tubuh-Mu. Amin.
Renungan Harian ini ditulis oleh Dr. Kari Vo.
Pertanyaan Refleksi:
- Seberapa mudahkah saudara hidup tanpa bagian tubuh saudara?
- Apakah renungan ini ingin menyampaikan bagaimana Kristus menghargai saudara ?
- Jika peran saudara saat ini sangat terbatas, apakah itu membuat saudara kurang berharga sebagai bagian dari tubuh? Mengapa iya atau mengapa tidak?
