Lukas 4:16-2216 Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.17 Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:18 “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku19 untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”20 Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.21 Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”22 Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: “Bukankah Ia ini anak Yusuf?” Saya bertanya tanya apakah pada titik inilah semuanya mulai salah. Awalnya semuanya berjalan dengan baik. Yesus pergi beribadah, mereka meminta-Nya berkhotbah, dan Dia menyampaikan kabar baik Injil dengan menggunakan Yesaya sebagai teks-Nya—dan semua orang terkesan. Tetapi kemudian mereka mulai mencari alasan untuk merendahkan-Nya. “Bukankah ini anak Yusuf?” mereka bertanya. “Bukankah ini tukang kayu, anak Maria dan saudara Yakobus, Yoses, Yudas, dan Simon? Bukankah saudara-saudara perempuan-Nya juga ada di sini bersama kita?” (Markus 6:3).Manusia sering seperti itu. Jika mereka akrab dengan seseorang, mereka cenderung mencari alasan untuk merendahkan orang tersebut. Tidak masalah jika orang asing menjadi hebat dan melakukan hal-hal luar biasa, tetapi tidak seseorang yang seperti mereka. Yesus terlalu dekat dengan mereka. Bagaimana mungkin Dia bisa menjadi istimewa?Syukur kepada Allah karena Dia tidak berpikir seperti itu. Karena itulah yang dilakukan-Nya dalam Yesus—Allah sendiri datang mendekat kepada kita, bergabung dalam umat manusia sebagai salah satu dari kita. Dan Dia tidak datang untuk mempermalukan kita atau membuat kita terlihat buruk dibandingkan dengan-Nya. Dia datang untuk menyelamatkan kita melalui hidup, kematian, dan kebangkitan-Nya. Yesus datang mendekat kepada kita untuk mematahkan kuasa kejahatan atas kita dan membawa kita pulang kepada-Nya. Mengapa? Karena Dia mengasihi kita.Yesus tidak melihat banyak keberhasilan hari itu di Nazaret di antara para tetangga lamanya. Tetapi Dia tidak menyerah pada mereka atau pada kita. Dia tetap memanggil kita kepada-Nya, untuk percaya kepada-Nya agar kita diselamatkan. Dan melalui Roh Kudus-Nya, Dia mendekatkan kita kepada-Nya dan memberikan kita hidup yang kekal.KITA BERDOA: Tuhan, terima kasih karena Engkau telah mendekat kepadaku dan menyelamatkanku. Amin.Renungan Harian ini ditulis oleh Dr. Kari Vo.Pertanyaan Refleksi:- Pernahkah saudara merasa iri dengan teman atau kerabat yang tampak sukses?
- Apa yang telah Tuhan lakukan dalam hidup saudara untuk mendekat kepada-Nya?
- Bagaimana saudara tahu betapa berharganya saudara di mata-Nya dan betapa Dia peduli kepadamu?
