JALAN KELUAR

1 Korintus 10:13

Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Kisah ini seperti adegan dalam film horor: terjebak, dalam kegelapan, terkubur hidup-hidup, tanpa jalan keluar. Itulah pengalaman 13 anak laki-laki dari Thailand yang pada musim panas tahun 2018 masuk ke dalam sebuah gua untuk berpetualang. Namun tiba-tiba hujan monsun datang lebih awal dan membanjiri jalur gua sepanjang dua mil yang baru saja mereka lewati. Mereka terperangkap di dalam selama 17 hari.

Ketika semua selesai dan mereka berhasil diselamatkan, para remaja itu menjadi terkenal dalam semalam — tetapi mereka sendiri tidak menganggap diri mereka pahlawan. Pahlawan sesungguhnya adalah ribuan orang yang ikut dalam upaya penyelamatan, termasuk sekelompok kecil penyelam gua amatir yang aneh dan eksentrik. Hobi “aneh” mereka itulah yang justru menjadi kunci perbedaan antara hidup dan mati.

Perjalanan menyelam keluar melalui air gua yang keruh begitu berbahaya sehingga anak-anak itu harus dibius terlebih dahulu, lalu diapungkan satu per satu oleh para penyelam tersebut. Mereka hanya diberitahu, “Kamu akan disuntik di kedua kaki, lalu tertidur, dan ketika bangun, kamu akan aman.”
Namun di balik operasi penyelamatan itu, semuanya jauh dari sederhana. Ada yang memperkirakan bahwa setengah dari anak-anak itu mungkin akan mati dalam prosesnya. Dokter yang memberikan obat bius pun takut tak satu pun akan selamat. Namun ketika akhirnya ketigabelas anak itu berhasil keluar dengan selamat, salah satu orang tua berkata kepada penyelam,

“Atas nama semua orang tua, saya ingin mengucapkan terima kasih. Rasanya seperti anak-anak kami telah mati dan diberi kehidupan baru.”

 

Kadang ketika saya mendengar ayat dari 1 Korintus 10:13 ini dikutip di luar konteks — terutama bagian “Allah tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu” — saya cenderung membayangkan diri saya sebagai pahlawan cerita. Seolah-olah ayat itu berkata bahwa saya harus menemukan jalan keluar sendiri dari segala pencobaan dan kesulitan, bahwa saya harus bisa “menanganinya.”

Padahal, penekanan dari ayat ini bukan pada kemampuan kita, melainkan pada kesetiaan Allah.


Kenyataannya, kita hanya sanggup sedikit saja — bahkan tanpa pertolongan Allah, kita tak sanggup apa pun.

Allah memang memanggil kita untuk ikut terlibat dalam upaya penyelamatan — untuk tidak menyerah pada pencobaan dan untuk menolong sesama yang membutuhkan. Tetapi pada akhirnya, jalan keluar sejati adalah ketika kita “tertidur” dalam pelukan Yesus yang disalibkan dan bangkit itu — dan membiarkan Dia melakukan pekerjaan penyelamatan-Nya di dalam kita.

Penulis David Zahl, dalam bukunya The Big Relief: The Urgency of Grace for a Worn-Out World, membandingkan situasi kita dengan para remaja dalam peristiwa penyelamatan gua Thailand 2018. Ia menulis:

“Karena kasih karunia Allah, bukan kamu yang harus membebaskan dirimu dari belenggu. Penyelamat adalah jabatan Allah sendiri. Mungkin bahkan ‘jabatan’ bukan kata yang tepat, sebab Allah tidak berkewajiban menyelamatkan siapa pun. Penyelamatan bukan beban bagi-Nya, melainkan sukacita — sesuatu yang akan Ia lakukan bahkan di akhir pekan jika ada kesempatan. Allah tidak harus menyelamatkan; Ia mengasihi untuk menyelamatkan.”

DOA: Bapa yang penuh kasih, terima kasih atas kasih karunia-Mu yang luar biasa dan sering kali tak terduga. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.

Pertanyaan Refleksi:

  1. Jika kasih karunia Allah dapat disebut sebagai “kelegaan besar”, kapan terakhir kali saudara merasakan kelegaan itu?
  2. Dalam hal apa saudara cenderung mencoba mengandalkan dirimu sendiri?
  3. Allah telah membebaskanmu dari beban untuk menyelamatkan dirimu sendiri. Lalu, apa yang Ia percayakan kepadamu untuk saudara  tangani hari ini?

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Scroll to Top