Siapakah Juruselamat Itu?

Keluaran 3:1–2, 4b–5a, 6b–8a, 10–12a, 13–14a, 15b

1 Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.

2 Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api. 

4 …..berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: “Musa, Musa!” dan ia menjawab: “Ya, Allah.”

5 Lalu Ia berfirman: ….

6 ……….”Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.” Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah.

7 Dan TUHAN berfirman: “Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka. 

8 Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, …………….

10 Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir.”

11 Tetapi Musa berkata kepada Allah: “Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?”

12 Lalu firman-Nya: “Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini.” 

13 Lalu Musa berkata kepada Allah: “Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? — apakah yang harus kujawab kepada mereka?” 

14 Firman Allah kepada Musa: “AKU ADALAH AKU.” ………………

15 ……………..itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun.

Kasihan Musa! Hari itu ia hanya ingin menggembalakan domba dengan tenang, tapi tiba-tiba Allah sendiri menampakkan diri dan memberinya sebuah misi besar.

Dahulu, Musa pernah bermimpi menolong bangsanya yang menjadi budak di Mesir — tapi impian itu hancur ketika ia membunuh seorang Mesir dan harus melarikan diri. Selama 40 tahun, Musa hidup sebagai penggembala, dan ia tahu betul: ia bukan seorang penyelamat. Ia hanyalah seorang biasa.

Namun kini Allah berkata,

“Pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku keluar dari Mesir.”

Tidak heran Musa berkata,

“Siapakah aku ini, Tuhan?”

Dan jawaban Allah luar biasa:

“Aku akan menyertai engkau.”

Artinya, Allah sendirilah Sang Penyelamat. Dialah yang akan melakukan seluruh pekerjaan besar itu. Musa hanya perlu taat — pergi ke mana Allah mengutus, dan mengatakan apa yang Allah suruh katakan.

Kebenaran yang sama berlaku juga bagi kita, bukan?
Kita pun sebenarnya tidak lebih kuat dari Musa. Kita hanyalah manusia biasa — penuh kelemahan, kesalahan, dan keterbatasan. Kita tidak bisa menyelamatkan diri kita sendiri, apalagi menyelamatkan orang lain.

Tetapi Allah tahu itu. Dan karena itulah Allah sendiri datang menjadi Juruselamat kita dalam diri Yesus Kristus. Yesus datang ke dunia untuk membebaskan kita dari perbudakan dosa, maut, dan kuasa si jahat — dan Ia melakukannya melalui penderitaan, kematian, dan kebangkitan-Nya.


Yesuslah yang melakukan “pekerjaan berat” keselamatan itu.

Sekarang, Ia berkata kepada kita,

“Pergilah ke mana Aku mengutusmu dan katakan apa yang Kuperintahkan kepadamu.”

Atau seperti firman-Nya dalam Matius 28:19–20:

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

KITA BERDOA: Tuhan, aku tahu aku tidak memiliki kuasa apa pun.
Tetapi Engkau sanggup melakukan segala sesuatu.Pakai aku, ya Tuhan, dan ajarlah aku untuk percaya bahwa Engkaulah yang bekerja melalui hidupku.Amin.

Renungan harian ini ditulis oleh Dr. Kari Vo.

Pertanyaan untuk Renungan Pribadi:

  1. Kapan saudara pernah mencoba melakukan sesuatu yang ternyata terlalu berat bagimu? Bagaimana hasilnya?
  2. Mengapa menurutmu Allah senang memakai orang-orang lemah untuk melaksanakan rencana-Nya?
  3. Apa yang telah dilakukan Yesus — yang tidak mungkin dilakukan oleh siapa pun selain Dia?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Scroll to Top