
Berikut terjemahan dari lirik lagu/ himne We Know That Christ Is Raised,”:
“Kami tahu bahwa Kristus telah bangkit dan tidak mati lagi. Dipeluk oleh maut, Ia mematahkan cengkeraman mengerikannya; Dan keputusasaan kita diubah-Nya menjadi sukacita yang menyala. Alleluia! “Kita turut dalam kematian-Nya yang menyelamatkan melalui air. Dilahirkan kembali, kita berbagi dengan-Nya kehidupan Paskah Sebagai anggota hidup dari Kristus yang hidup. Alleluia!”
Ini bulan Juli. Sudah cukup lama sejak kita mengucapkan salam, “Kristus telah bangkit! Ia benar-benar telah bangkit! Alleluia!” Kita sudah beberapa bulan berlalu dari sukacita pagi Paskah. Meskipun hari Minggu tersebut telah berlalu untuk tahun ini, kebangkitan Tuhan kita tidak pernah berlalu. Kebangkitan Yesus adalah bagian dari diri kita. Seperti yang dinyatakan dalam himne kita, melalui Baptisan kita turut ambil bagian melalui air dalam kematian Yesus yang menyelamatkan. Kita telah dilahirkan kembali dan sekarang berbagi bersama Yesus kehidupan Paskah-Nya. Apa sebenarnya arti dari kehidupan Paskah itu? Apa artinya hidup dalam kebangkitan Tuhan kita?
Selama pelayanan-Nya di dunia, Yesus membangkitkan orang dari kematian—anak laki-laki janda di Nain, anak perempuan Yairus, dan sahabat-Nya Lazarus. Namun masing-masing dari mereka, setelah dibangkitkan, tetap menjalani hidup mereka dan akhirnya meninggal, semoga dalam iman kepada Tuhan yang datang untuk mati bagi mereka dan bagi kita semua.
Pada hari ketiga setelah kematian dan penguburan-Nya, Yesus dibangkitkan dari kematian untuk tidak mati lagi. “Dipeluk oleh maut,” Yesus “mematahkan cengkeraman mengerikannya.” Ia bangkit dalam kemenangan dan maut tidak lagi berkuasa atas-Nya. Setelah kebangkitan-Nya, Yesus menghabiskan 40 hari berikutnya untuk membuktikan bahwa Ia hidup dan mengajar para murid-Nya tentang kerajaan Allah. Lalu Ia naik ke surga untuk memerintah dalam kemuliaan di sebelah kanan Bapa.
Melalui air dan Firman Allah dalam Baptisan, kita dipersatukan dengan Yesus dalam kematian, penguburan, dan kebangkitan-Nya. Kini kita berbagi kehidupan kebangkitan Yesus. Kita adalah anggota hidup dari tubuh-Nya, yaitu gereja. Kita adalah mata, hati, dan tangan Yesus yang penuh kasih ketika berinteraksi dengan orang-orang yang kita jumpai setiap hari. Kita membagikan kabar baik tentang kerajaan Allah agar orang lain juga mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan.
Kemenangan Yesus atas maut adalah kemenangan kita juga. Pada waktu yang telah ditetapkan-Nya, Allah akan memanggil masing-masing dari kita pulang kepada-Nya. Kita akan “tertidur” dalam kematian dan jiwa kita segera diterima di hadirat-Nya. Ketika Yesus datang kembali pada Hari Terakhir, kita akan dibangkitkan secara jasmani dari kematian, jiwa dan tubuh bersatu kembali, untuk hidup bersama-Nya selamanya.
Sampai saat itu tiba, kita membagikan kepada orang lain Kabar Baik tentang Yesus dan kehidupan Paskah yang kita miliki bersama-Nya. Kejutkan seseorang hari ini—meskipun Hari Paskah telah lama berlalu—dengan salam yang mencerminkan kehidupan kebangkitan kita: “Kristus telah bangkit!”
KITA BERDOA:
Tuhan Yesus, tolong aku untuk hidup setiap hari dalam keyakinan dan sukacita atas kebangkitan-Mu. Amin.
Renungan Harian ini ditulis oleh Dr. Carol Geisler. Renungan ini berdasarkan himne “We Know That Christ Is Raised,” yang tercantum pada nomor 603 dalam Lutheran Service Book.
Pertanyaan Refleksi:
1. Apakah gerejamu menyambutmu dengan ucapan, “Kristus telah bangkit! Ia benar-benar telah bangkit! Alleluia!” saat Paskah tahun ini? Apakah ucapan ini digunakan juga di kesempatan lain?
2. Apa makna ketika himne di atas, berbicara tentang Yesus, mengatakan bahwa “Dipeluk oleh maut, Ia mematahkan cengkeraman mengerikannya; Dan keputusasaan kita diubah-Nya menjadi sukacita yang menyala”?
3. Apakah kamu merasa imanmu diuji ketika membagikan Injil kepada orang lain? Apakah imanmu dikuatkan? Menjadi lebih jelas bagimu?
