
Yohanes 1:18
Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakanl.
Layar monitor . Mungkin kamu sedang ada di depannya. Di mana pun kita berada, kita dikelilingi oleh layar monitor. Rumah kita penuh dengan layar monitor. Kita membaca di layar monitor. Kita menonton di layar monitor. Kita menulis di layar monitor. Semuanya ada di layar monitor. Kita menghabiskan begitu banyak waktu di depan layar hingga muncul peringatan tentang berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk menatap layar monitor.
Menghabiskan waktu di depan layar monitor ini bisa menyulitkan kita untuk membayangkan hal-hal yang tidak bisa kita lihat. Kita sudah terbiasa menonton video di internet atau melihat cuplikan kejadian. Tapi bagaimana dengan fakta bahwa ada hal-hal dalam hidup yang seharusnya kita lihat, tapi sekarang tidak bisa kita lihat lagi? Teknologi telah memungkinkan kita melihat hal-hal yang generasi sebelumnya bahkan tidak tahu keberadaannya. Kita bisa melihat hal-hal yang sangat kecil, bahkan tak terlihat oleh mata telanjang. Kita bisa melihat ke luar angkasa melebihi yang bisa dibayangkan hanya satu generasi yang lalu.
Kita terus-menerus melihat lebih banyak hal. Dan semakin sering, kita menilai realitas hanya dari apa yang bisa kita lihat. Tapi kita semua tahu bahwa ada hal-hal yang sangat penting dalam hidup yang tidak—dan tidak bisa—kita lihat dengan mata: hal-hal seperti kasih, damai, kebenaran, dan hidup.
Yohanes 1:18 memberi tahu kita bahwa tidak ada seorang pun yang, atas usahanya sendiri, pernah melihat Allah. Tidak ada. Pernah. Jadi, di dunia yang dipenuhi dengan visual, di mana kita hidup dalam ranah penglihatan, bagaimana kita bisa mengenal dan percaya kepada Allah yang tak terlihat?
Sisa ayat Yohanes 1:18 memberi tahu kita bagaimana kita bisa mengenal Allah yang tak terlihat itu: “Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.” Yang dimaksud dengan “Anak Tunggal Allah yang ada di pangkuan Bapa” adalah Yesus. Dialah Allah yang datang dalam daging (lihat Yohanes 1:14). Yesus menunjukkan kepada kita, melalui hidup-Nya, kematian-Nya, dan kebangkitan-Nya, siapa Allah Bapa itu. Allah Bapa memang tak terlihat, tetapi Dia dapat dikenali melalui Anak-Nya, Yesus.
Ketika kita ingin mengenal siapa Allah, kita tidak perlu melihat kepada filsafat manusia atau kebijaksanaan dunia. Kita tidak memikirkan Allah sebagai versi manusia yang lebih baik. Kita tidak membuat ide-ide agung tentang Allah menurut imajinasi kita. Ketika kita ingin mengenal siapa Allah Bapa, kita harus melihat kepada Yesus.
Dan ketika kita melihat Yesus, kita melihat kasih Allah yang nyata bagi kamu dan saya. Dia memanggil kita kepada pertobatan supaya kita bisa melihat kasih itu. Dia mengarahkan perhatian kita kepada salib supaya kita bisa menerimanya. Dan Dia menawarkan kepada kita kebangkitan dan hidup kekal dalam Dia melalui iman, yang terlihat dengan jelas melalui Firman-Nya bagi siapa pun yang mau melihat.
Hari ini, kamu mungkin akan menghabiskan banyak waktu di depan layar monitor. Tapi mari jangan sampai semua yang terlihat dengan mata ini mengalihkan perhatian kita. Mari kita arahkan mata kita kepada Yesus. Dialah yang menyatakan Allah Bapa kepada kita. Dan Dia menyatakan bahwa Allah Bapa mengasihi kamu, dan melalui kematian serta kebangkitan Yesus, kamu telah diselamatkan. Roh Kudus bekerja melalui Firman itu supaya kita bisa melihat Yesus dan melalui Dia melihat Allah Bapa. Roh Kudus menumbuhkan iman dalam diri kita supaya kita menjadi yakin akan hal-hal yang kita harapkan dan pasti tentang hal-hal yang tidak kita lihat.
KITA BERDOA:
Bapa Surgawi, berikan kami mata iman untuk melihat dan berpegang teguh pada kebenaran bahwa hidup dan keselamatan hanya ada dalam Yesus Kristus. Dalam Nama-Nya kami berdoa. Amin.
(Berdasarkan pada khotbah “Listen and See,” dari Pdt. Dr. Gregory Seltz, mantan pengkhotbah The Lutheran Hour)
Pertanyaan Refleksi:
1. Bagaimana saudara menggunakan teknologi komputer untuk memperdalam pemahamanmu tentang Firman Tuhan?
2. Sifat-sifat Allah Bapa apa yang telah dinyatakan kepada kita melalui Yesus?
3. Apakah saudara memberi batasan terhadap waktu yang kamu habiskan di depan komputer, TV, ponsel, atau media lainnya?
