KARYA TANGAN-NYA

Mazmur 138:7-8

7 Jika aku berada dalam kesesakan, Engkau mempertahankan hidupku; terhadap amarah musuhku Engkau mengulurkan tangan-Mu, dan tangan kanan-Mu menyelamatkan aku.
8 TUHAN akan menyelesaikannya bagiku! Ya TUHAN, kasih setia-Mu untuk selama-lamanya; janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu!

Pemazmur sedang berada dalam kesulitan saat ia menghadapi amarah musuh-musuhnya. Nyawanya terancam, namun ia tetap yakin bahwa ia akan diselamatkan. Ia tahu bahwa Allah akan mempertahankan hidupnya dan akan bertindak terhadap musuh-musuhnya. Mengapa ia begitu yakin bahwa Tuhan akan menyelamatkannya? Karena ia tahu bahwa kasih setia Tuhan berlangsung untuk selama-lamanya. Apa pun tujuan Tuhan atas dirinya, pasti akan digenapi. Pemazmur tahu bahwa Allah telah menciptakannya, dan Sang Pencipta tidak akan meninggalkan karya tangan-Nya.

Kita pun adalah milik Allah, Pencipta kita. Tuhan menciptakan manusia, laki-laki dan perempuan, menurut gambar-Nya. Ia membentuk Adam dari debu tanah dan menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam. Namun karya ciptaan Allah atas manusia tidak berhenti hanya pada dua individu pertama itu. Dengan penuh kekaguman atas tubuh yang diciptakan Tuhan untuknya, pemazmur berkata: “Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku” (Mazmur 139:13). Tuhan berkata kepada nabi Yeremia: “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim, Aku telah mengenal engkau” (Yeremia 1:5a). Allah menciptakan masing-masing dari kita, membentuk kita sejak dalam kandungan. Bersama nabi Yesaya, kita pun mengaku kepada Tuhan: “Kamilah buatan tangan-Mu semuanya” (Yesaya 64:8b).

Masing-masing dari kita dibentuk dengan penuh kasih oleh Allah, yang pada waktu-Nya mengambil rupa manusia dalam Pribadi Yesus Kristus. Tangan Yesus—tangan Allah sendiri—terulur untuk menyembuhkan dan menolong orang-orang yang dikasihi-Nya dan yang datang untuk diselamatkan-Nya. Ia menyentuh mata orang buta dan membuat mereka melihat. Ia menyentuh telinga orang tuli dan memulihkan pendengaran mereka. Ia memegang tangan anak perempuan Yairus dan membangkitkannya dari tidur kematian. Dan akhirnya, sesuai dengan rancangan Allah, Yesus ditangkap oleh musuh-musuh-Nya dan tangan-Nya yang penuh kasih itu dipaku di kayu salib. Di salib itu Ia menderita dan mati untuk menyembuhkan kita dari penyakit dosa dan menyelamatkan kita dari maut.

Ketika tangan manusia mengurapi kita dengan air dalam Baptisan, Roh Kudus bekerja melalui air dan Firman Allah untuk menciptakan kita kembali sebagai anak-anak-Nya. Suatu hari, Allah akan menggenapi tujuan-Nya yang telah Ia tetapkan atas kita sejak sebelum dunia diciptakan. Ketika Yesus datang kembali, kita akan dibangkitkan secara jasmani dari kematian untuk hidup selamanya di hadirat-Nya. Dengan mata kita sendiri, kita akan melihat tangan Juruselamat kita yang terluka oleh paku, dan bersukacita dalam kasih setia-Nya yang kekal. Sampai hari mulia itu tiba, kita percaya bahwa Tuhan akan terus menyertai kita dengan kasih-Nya. Ia tidak akan meninggalkan karya tangan-Nya.

KITA BERDOA:
Tuhan, Engkaulah yang menciptakan aku. Aku tahu Engkau tidak akan pernah meninggalkanku. Amin.

Renungan harian ini ditulis oleh Dr. Carol Geisler.

Pertanyaan Refleksi:

1. Dapatkah saudara membuat daftar hal-hal yang telah Tuhan lakukan untuk memelihara dan melindungi hidupmu?

2. Melihat Mazmur 138 dan kehidupan Daud, bagaimana Tuhan memelihara dia dalam berbagai situasi?

3. Bagaimana Bapa Surgawi telah melindungi kita untuk selama-lamanya melalui Anak-Nya, Yesus Kristus?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Scroll to Top