MEANING OF LIFE

 

 

HADIAH UNTUK DIBAGIKAN

Jumat, 13 Januari 2023

NAS ALKITAB: Kolose 1:28-29 (TB)
28 Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.
29 Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku.

Perairan biru kehijauan Laut Mati memiliki banyak kesamaan dengan Laut Galilea, yang berada 60 mil ke utara. Kedua perairan ini disebutkan dalam Alkitab. Keduanya disebut “laut”, tetapi sebenarnya adalah danau yang terkurung daratan. Dan keduanya diberi makan oleh sumber yang sama, yaitu Sungai Yordan. Kedua danau ini memiliki banyak kesamaan, tetapi ada satu perbedaan penting. Laut Galilea berbagi apa yang didapatnya. Laut Mati tidak. Di Laut Galilea, air mengalir masuk dan keluar dan penuh dengan kehidupan. Dengan banyaknya spesies ikan, Laut Galilea telah mendukung desa-desa nelayan dari generasi ke generasi. Tetapi dengan Laut Mati, air hanya mengalir masuk. Ia hanya mengambil pasokan air. Air keluar dari cekungan gurun ini hanya melalui penguapan. Dan yang tersisa Adalah air asin, dan, beberapa jenis bakteri, tidak bernyawa.

Anehnya, Alkitab menyajikan Laut Mati sebagai gambaran harapan. Nabi Yehezkiel memberi kita penglihatan. Itu terjadi pada saat umat Allah merasa putus asa. Bait Allah di Yerusalem dihancurkan. Bangsa mereka tidak ada lagi. Tetapi Yehezkiel melihat suatu waktu ketika Tuhan akan membangun sebuah bait suci yang baru. Dari sisi bangunan ini akan mengalir aliran air hidup. Sungai akan mengalir ke padang pasir dan memberi kehidupan. Karena air ini mengalir ke sana, demikianlah firman TUHAN, maka air Laut [Mati] akan kembali sembuh (lihat Yehezkiel 47:8-9).

Ratusan tahun kemudian, ketika Yesus mati di kayu salib, seorang prajurit menikam lambung-Nya dengan tombak, menyebabkan aliran darah dan air—air mengalir dari lambung Yesus (lihat Yohanes 19:34). Sebelumnya, Yesus telah berkata, “Hancurkan bait suci ini, dan dalam tiga hari Aku akan membangunnya” (Yohanes 2:19b). Mereka berkata kepada-Nya, “Dibutuhkan waktu 46 tahun untuk membangun bait suci ini! Dan Engkau akan membesarkannya dalam tiga hari?” (Yohanes 2:20b). Yang mereka maksud adalah bait suci yang dibangun oleh tangan manusia. Tetapi bait suci yang dibicarakan Yesus adalah tubuh-Nya. Dan setelah Dia bangkit dari kematian, murid-murid-Nya mengingat kata-kata-Nya dan mereka percaya Kitab Suci dan kata yang diucapkan Yesus (lihat Yohanes 2:19-22).

Yesus adalah bait baru, penggenapan nubuatan Yehezkiel, Sumber air penyembuhan kita. Dia membaptis kita di dalam air itu. Sendiri, kita seperti Laut Mati, tak bernyawa, tak berpengharapan, mengambang di kolam hangat kebutuhan kita sendiri. Namun di dalam Yesus, kita menjadi seperti Laut Galilea. Yesus memulihkan curahan iman kepada Allah dan kasih kepada sesama yang saudara dan saya butuhkan untuk benar-benar hidup. Dan sekarang, saudara memiliki Roh-Nya mengalir melalui saudara. Saudara memiliki hadiah untuk dibagikan. Saudara dapat mengatakan seperti yang dikatakan Paulus dalam bacaan hari ini, “ Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku.” Dan bahkan lautan kematian pun tidak bisa menghentikannya.

KITA BERDOA: Tuhan Yesus, curahkan Roh Kudus-Mu ke dalam diriku agar aliran air hidup mengalir dari hatiku, sesuai dengan janji-Mu. Amin.

Renungan Harian ini ditulis oleh Pdt. Dr. Michael Zeigler, Pembicara The Lutheran Hour.

Pertanyaan Refleksi:

  • Menurut saudara Karunia, bakat, dan kemampuan apa yang harus dibagikan Kepada orang lain.
  • Apakah “Setiap Karunia / Bakat” mengonfirmasi, memperluas, atau menambah apa yang saudara ketahui tentang diri saudara?
  • Di masa lalu, kapan saudara menemukan sukacita dalam menggunakan karunia panggilan Saudara untuk memberkati orang lain?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Scroll to Top