Meaning Of Life

 

 

DICARI DAN DITEMUKAN

Senin, 16 Januari 2023

Mazmur 27:8-9 (TB)

8 Hatiku mengikuti firman-Mu: “Carilah wajah-Ku”; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN.
9 Janganlah menyembunyikan wajah-Mu kepadaku, janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka; Engkaulah pertolonganku, janganlah membuang aku dan janganlah meninggalkan aku, ya Allah penyelamatku!

Seringkali kita berusaha bersembunyi dari Tuhan. Kita mencoba menutupi rasa malu dan rasa bersalah dan ingin menyembunyikan dosa-dosa kita dari orang lain dan bahkan dari Tuhan. Setelah berdosa terhadap Tuhan, Adam dan Hawa mencoba bersembunyi dari-Nya di antara pohon-pohon di taman, seolah-olah beberapa pohon dapat melindungi mereka dari Pencipta mereka yang maha tahu dan maha melihat! Upaya kita untuk menyembunyikan dosa kita dari Allah sama bodohnya dengan upaya gagal dari orang tua pertama kita. Namun, dalam mazmur kita, pemazmur tidak berusaha bersembunyi. Dia takut Tuhan bersembunyi darinya. Pemazmur tidak mau dibuang, disingkirkan. Ia tidak mau ditinggalkan oleh Tuhan.

Kita tahu perasaan itu. Ketika kita berada dalam kesusahan dan menjalani hari-hari yang sulit, ketika kita ketakutan menghadapi penyakit , kematian atau tertekan oleh rasa bersalah dan malu, kita mungkin berpikir bahwa Tuhan telah meninggalkan kita. Apakah Dia mendengar doa kita? Apakah Tuhan telah membuang kita dalam kemarahan dan muak atas dosa-dosa kita? Tuhan tidak berpaling. Faktanya, Dia berkata, “Carilah wajahku.” Dia memberi tahu kita bahwa Dia ingin ditemukan. Dalam doa putus asa nya pemazmur berkata “Wajahmu, Tuhan, aku mencari.” “Aku mencari-Mu,” kita berdoa, “Di manakah Engkau, Tuhan?” Pemazmur memberi kita petunjuk: “Hai Engkau yang telah menjadi penolongku.” Ketika Tuhan sepertinya tidak hadir, kita melihat ke belakang dan mengingat pertolongan dan kehadiran-Nya di masa lalu. Kita beralih ke salib, saat kita merasa Tuhan menyembunyikan wajah-Nya.

Yesus dibuang. Dia dikhianati dan dihukum mati secara tidak adil. Meskipun Dia telah berdoa di Getsemani agar cawan penderitaan dapat berlalu dari-Nya, ternyata tidak. Saat Dia tergantung sekarat di kayu salib, Juruselamat kita berseru dengan kata-kata dari sebuah mazmur, “Ya Tuhanku, Tuhanku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Mazmur 22:1a, Markus 15:34b). Demi keselamatan kita, Bapa Surgawi memalingkan wajah-Nya dari Putra terkasih-Nya, menyerahkan Dia pada penderitaan salib. Yesus menghabiskan cawan murka Allah terhadap dosa sehingga kita tidak perlu meminumnya. Dia ditinggalkan agar kita tidak pernah ditinggalkan oleh Tuhan.

Di saat-saat gembira atau di hari-hari kesusahan, ketika kita mencari wajah Tuhan, kita akan menemukan Dia dengan mengingat, berpaling ke salib dan kubur kosong. Di dalam Yesus kita memiliki kepastian bahwa Allah tidak mengesampingkan kita. Allah berkata, “Carilah wajah-Ku,” dan Dia sedang menunggu untuk ditemukan karena, di dalam Kristus, Dia pertama kali mencari dan menemukan kita.

KITA BERDOA: Tuhan dan Juruselamat, ketika aku mencari wajah-Mu dalam doa, dengarkan dan jawablah doaku. Amin.

Renungan Harian ini ditulis oleh Dr. Carol Geisler.

Pertanyaan Refleksi:

  • Mengapa mencoba menyembunyikan kesalahan kita dari Tuhan tidak pernah berhasil?
  • Bagaimana Yesus ditinggalkan di kayu salib oleh Bapa Surgawi? Mengapa itu perlu?
  • Apakah saudara senang saat tahu bahwa Tuhan ingin kita mencari Dia, untuk mengejar Dia?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Scroll to Top