
Yohanes 16:33
Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”
Saya pernah berbincang dengan seorang perempuan Kristen bernama Bethany. Ia menjelaskan bahwa ketika ia masih muda, ayat yang paling sering diucapkan kepadanya adalah Yeremia 29:11. Di sana Allah berkata, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu … yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Ayat ini sering diterapkan langsung kepadanya sampai-sampai menjadi semacam “ayat hidup” baginya.
Nama lengkap Bethany adalah Bethany Hamilton. Saya berkesempatan berbincang dengannya karena saya mengenal pendetanya. Bethany sudah menjadi figur publik selama lebih dari 20 tahun sejak selamat dari serangan hiu yang membuatnya kehilangan lengan kirinya. Setelah kejadian itu, ia belajar kembali untuk berselancar, memenangkan banyak kompetisi lagi, menjadi selebritas, kisahnya diangkat ke dalam film, menikah, menjadi ibu dari empat anak, dan masih terus menginspirasi orang di seluruh dunia hingga hari ini. Jadi, tampaknya ayat dari Yeremia itu memang berlaku dalam hidupnya.
Bethany masih menghargai Yeremia 29:11, tetapi ia juga menyadari bagaimana ayat itu sering disalahartikan. Terkadang orang Kristen suka mendengar kata-kata itu—“Aku mengetahui rancangan-rancangan mengenai kamu”—seolah-olah Allah sedang berbicara secara pribadi kepada mereka, seperti agen olahraga profesional yang menjanjikan kontrak besar. Tetapi bukan itu konteks dari Yeremia. Melalui nabi itu, Allah sedang berbicara kepada umat-Nya yang sedang di pembuangan—kebanyakan dari mereka bahkan meninggal tanpa pernah kembali ke tanah air mereka. Rencana Allah tidak berpusat pada mereka sebagai individu, tetapi berpusat pada Mesias yang dijanjikan, yaitu Yesus, dan pada pengampunan yang akan Ia menangkan bagi dunia melalui kematian dan kebangkitan-Nya.
Rencana Allah adalah Yesus. Dan Yesus adalah bagi kita—bagi semua orang yang dibaptis dalam Nama-Nya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Bethany lebih tertarik pada ayat yang menjadi dasar renungan hari ini, yaitu Yohanes 16:33. Perhatikan bahwa Yesus tidak menjanjikan akan membuat semua mimpimu jadi kenyataan. Dia berkata, “Akan ada kesusahan. Tetapi dalam Aku, kamu tidak perlu khawatir.” Hari ini, Bethany berbicara di berbagai tempat di dunia. Seperti yang bisa kamu bayangkan, ia punya kisah yang luar biasa. Dan seringkali, dalam kisah semacam itu, pesan tidak tertulisnya adalah: “Kalau saya bisa mengatasi tragedi ini, kamu juga bisa.” Tetapi Bethany menunjuk kepada Yohanes 16:33. “Dalam dunia kamu akan menghadapi kesusahan” bukan hanya soal tragedi besar yang mengubah hidup, tetapi juga kesalahan dan dosa sehari-hari yang kita lakukan, dan penderitaan yang kita alami karena dosa dan kesalahan orang lain.
Rencana Allah bukanlah berpusat pada diri kita—tetapi pada Kristus. Rencana Allah adalah bahwa untuk selama-lamanya tidak akan pernah ada satu pun saat di mana kita tidak membutuhkan Yesus. Dan Yesus tidak akan pernah berhenti hadir untuk memberikan kita damai sejahtera.
Bethany mungkin seorang selebritas, tetapi ia tetap mengalami masalah sehari-hari. Dan hanya di dalam Yesus, ia menemukan damai sejahtera. Ketika saya berbicara dengannya lewat telepon, di tengah percakapan, anaknya berteriak di telinganya, seseorang mengunci mobil keluarga dengan kunci tertinggal di dalamnya, ibunya datang untuk membantu tetapi membawa kunci yang salah, dan untuk sementara waktu tidak akan terbuka. Akibatnya, Bethany harus membatalkan semua rencana hari itu. Saya berkata, “Wah, maaf ya, kedengarannya benar-benar bikin frustrasi.” Dan dia menjawab, “Oh, aku tidak khawatir kok.”
(Jika kamu ingin mendengarkan percakapan saya dengan Bethany Hamilton, dengarkanlah program The Lutheran Hour minggu ini.)
KITA BERDOA:
Tuhan Yesus, tolong aku untuk memiliki damai sejahtera di dalam Engkau hari ini. Amin.
Renungan harian ini ditulis oleh Pdt. Dr. Michael Zeigler, Pembicara di The Lutheran Hour.
Pertanyaan Refleksi:
1. Yesus berkata bahwa kita akan mengalami kesusahan dalam hidup ini (Yohanes 16:33). Apa saja hal yang sedang membuatmu susah akhir-akhir ini?
2. Apa yang membantumu menemukan damai di dalam Yesus, dari waktu ke waktu?
3. Apa perbedaan antara mencari tempat untuk Allah dalam rencanamu sendiri, dibandingkan menemukan dirimu dalam rencana Allah?
(Bacalah Yeremia 29:1-32 dan Efesus 1:1-23 sebagai petunjuk.)
