Renungan Harian ini ditulis oleh Dr. Kari Vo.
Rabu, 17 Mei 2023

NAS Alkitab: 1 Petrus 4:12-13; 5:6-10
12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
1 Petrus 5:6-10 (TB)
6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.
7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.
8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.
9 Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.
10 Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.

Pada hari-hari awal pelayanan keluarga saya dengan orang Vietnam, saya memiliki banyak masalah di kepala saya. Kami terus menghadapi bencana demi bencana—seperti sakit, kecelakaan mobil, perkelahian di gereja, masalah pendanaan—dan saya terus berkata pada diri sendiri, “Minggu depan akan lebih baik. Bulan depan, semuanya akan berjalan lancar, seperti yang seharusnya!”
Setelah sekitar dua puluh tahun, saya akhirnya mengerti. Ini—kehidupan yang penuh kesulitan dan penderitaan—adalah pelayanan yang normal, bukan sesuatu yang aneh atau tidak biasa. Kita hidup di dunia yang dirusak oleh dosa dan ditindas oleh pekerjaan iblis, dan sungguh, bagaimana mungkin ada cara lain? Yesus belum datang kembali dalam kemuliaan. Dan sementara itu, kita menderita.
Tapi itu tidak semua berita buruk. Meskipun tidak ada yang mau menderita, Tuhan dapat mendatangkan kebaikan darinya. Petrus memberi tahu kita bahwa Tuhan menggunakan penderitaan kita dengan cara yang sama seperti api menguji kemurnian emas dan membiarkan tukang emas membuang kotorannya. Saat kita menderita, kita ada di tangan Yesus; dan Dia tidak akan membiarkan kita dihancurkan. Tidak, Dia akan menggunakan penderitaan untuk menjadikan kita lebih dan lebih seperti yang Tuhan maksudkan bagi kita.
Penderitaan adalah bagian normal dari berjalan bersama Kristus. Yesus berkata, “Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku; dan di mana Aku berada, di situ pula hamba-Ku berada. Barangsiapa melayani Aku, Bapa akan menghormatinya” (Yohanes 12:26). Kita merasa terhormat menjadi hamba Yesus, dan kita mengikuti Dia—langsung ke dalam kehidupan yang penuh dengan penderitaan—karena hamba mengikuti tuan mereka!
Tapi penderitaan tidak selamanya. Yesus tidak hanya menderita dan mati; Dia juga bangkit dari kematian, tidak pernah mati lagi. Dan Dia telah berjanji kepada kita bahwa Dia akan kembali pada Hari Akhir sehingga kita akan bersama-Nya selamanya. Di langit baru dan bumi baru “Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan kematian tidak akan ada lagi, juga tidak akan ada perkabungan, atau tangisan, atau rasa sakit lagi, karena hal-hal yang lama telah berlalu” (Wahyu 21: 4)

KITA BERDOA: Ya Tuhan, ketika aku menderita, tetaplah dekat denganku dan tolonglah aku untuk menanggungnya dengan cara yang memuliakan-Mu. Amin.

Pertanyaan Refleksi:
Pernahkah saudara diberi kehormatan yang sebenarnya saudara bisa katakan “tidak”?
Apakah itu mengubah perasaan saudara terhadap kehidupan jika saudara mulai menganggap penderitaan sebagai hal yang normal dan saudara menganggap saat-saat damai dan nyaman seperti liburan, karunia Tuhan yang baik untuk dinikmati selagi saudara memilikinya? Jika demikian, bagaimana?

Kapan Tuhan mengeluarkan sesuatu yang baik dari penderitaan saudara?

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Scroll to Top